contoh makalah pendapatan nasional dari berbagai faktor produksi

berikut contoh makalahnya........


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Seorang manusia membutuhkan materi (uang) untuk memenuhi kebututuhan hidupnya yang sangat banyak dengan keinginan yang tak terbatas. Materi (uang) sangat berkaitan dengan pendapatan, dalam hal ini materi (uang) merupakan salah satu pendapatan yan di terima oleh seseorang sebagai upah dari hasil jerih payahnya bekerja. Pendapatan adalah hasil pencaharian berupa uang atau materi lainnya yang di dapat dari suatu usaha yang kemudian akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jadi, pendapatan memegang peranan penting dalam kehidupan seorang manusia. Karena dengan pendapatan berupa uang yang di perolehnya, mereka dapat memenuhi segala kebutuhan dan keinginannya.
Dengan pendapatan tersebut, mereka dapat membuat peramalan, perencanaan, dan pengaplikasian yang lebih baik dalam kehidupannya, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan hidupnya.
Pendapatan menjadi aspek yang sangat penting dari setiap bentuk usaha. Misalnya, dinegara kita ini, berbagai sector usaha seperti pertanian, perkebunan, industry, pariwisata, perbankan dan sector lainnya berlomba-lomba menghasilkan pendapatan yang tinggi guna menghidupi usaha yang mereka jalani agar tetap bisa bertahan. Di sisi lain, kegiatan perekonomian yang di lakukan oleh berbagai sector tersebut juga akan memberikan pendapatan nasional bagi Negara.
Sesungguhnya Pendapatan nasional suatu Negara tidak dapat sepenuhnya dijadikan sebagai indicator naiknya tingkat kesejahteraan rakyat di suatu Negara. Semakin tinggi Pendapatan nasional suatu Negara maka dapat dikatakan semakin tinggi juga tingkat kesejahteraan masyarakat di Negara tersebut.
Suatu Negara dikatakan terjadi pertumbuhan ekonomi jika terjadi kenaikan Pendapatan nasional per kapita. Pendapatan nasional per kapita merupakan besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu Negara. Kenaikan pendapatan nasional perkapita menunjukkan terjadi nya pertumbuhan ekonomi. Namun kondisi ini belum dapat dikatakan telah terjadi pembangunan ekonomi.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan pendapatan nasional?
2.      Jelaskan faktor-faktor produksi?
3.      Jelaskan pendapatan nasional dari faktor produksi?
1.3  Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar kita lebih memahami tentang apa yang dimaksud dengan penndapatan nasional dan apa saja faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan nasional serta bagaimana pendapatan nasional dapat di peroleh dari berbagai faktor produksi. Selain itu, tujuan utama saya membuat makalah ini adalah dalam rangka memenuhi nilai tugas yang di di berikan oleh dosen kepada saya.









BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah ukuran nilai output berupa barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara dalam periode tertentu atau jumlah seluruh pendapatan yang di terima oleh masyarakat bagi suatu Negara. Dengan Pendapatan nasional, akan terlihat tingkat kemakmuran dari suatu Negara, semakin tinggi Pendapatan nasional suatu Negara maka dapat dikatakan semakin tinggi juga tingkat kesejahteraan masyarakat di Negara tersebut. Namun, sesungguhnya Pendapatan nasional suatu Negara tidak dapat sepenuhnya dijadikan sebagai indicator naiknya tingkat kesejahteraan rakyat di suatu Negara.
2.1.1        Konsep pendapatan nasional
Berikut beberapa konsep Pendapatan nasional :
a.       Produk domestic bruto (GDP)
Merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang di hasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun.
b.      Produk nasional bruto (GNP)
Meliputi nilai produk baik berupa barang maupun jasa yang di hasilkan oleh penduduk dari suatu Negara selama satu tahun, termasuk hasil nproduksi yang di hasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi yang di hasilkan oleh suatu perusahaan asing di Negara tersebut.
c.       Pendapatan nasional neto (NNI)
Merupakan Pendapatan yang di hitung menurut jumlah batas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
d.      Perdapatan perseorangan (PI)
Merupakan jumlah pendapatan yang di terima oleh setiap orang dalam masyarakat  termasuk Pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.
e.       Pendapatan yang siap di belanjakan(DI)
Merupakan pendapatan yang siap untuk di manfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang di salurkan menjadi investasi.
2.1.2        Perhitungan pendapatan nasional
Pendapatan nasional dapat di hitung dengan menggunakan 3 pendekatan, yaitu :
a.       Pendekatan pendapatan
Dapat di lakukan dengan menjumlahkan seluruh pendapatan baik upah, sewa, bunga, dan laba yang diterima oleh rumah tangga konsumsi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor- faktor produksi yang diberikan kepada suatu perusahaan.
b.      Pendekatan produksi
Dapat dilakukan dengan menjumlahkan nilai seluruh produk yang di hasilkan oleh suatu Negara baik dari bidang industry, agraris, jasa, maupun niaga selama satu periode tertentu.
c.       Pendekatan pengeluaran
Dapat dilakukan dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran yang di keluarkan untuk membeli barng dan jasa yang diproduksi dalam suatu Negara selama satu periode tertentu.
2.1.3        Manfaat perhitungan pendapatan nasional
a.       Pemerintah dapat menelaah kembali struktur perekonomian yang kemudian dapat dijadikan bahan untuk membuat kebijakan guna meningkatkan kondisi perekonomian suatu Negara.
b.      Dengan data pendapatan nasional, pemerintah dapat mengetahui tingkat penyebaran pendapatan yang kurang merata antar daerah, sehingga pemerintah dapat menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan.
c.       Pemerintah juga dapat menentukan besarnya kontribusi berbagai sector perekonomian terhadap Pendapatan nasional .
d.      Pemerintah dapat membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, sehingga dapat di jadikan landasan dalam merumuskan kebijakan untuk meningkatkan perekonomian Negara.



2.1.4        Faktor- faktor yang mempengaruhi Pendapatan nasional
a.       Permintaan dan penawaran agregat
Permintaan agregat menunjukkan permintaan menyeluruh terhadap barang dan jasa dan sesuai dengan tingkat harga.
Penawarab agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang dan jasa yang di tawarkan oleh perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
b.      Konsumsi dan tabungan
Konsumsi merupakan pengeluaran yang di lakukan oleh rumah tangga untuk memperoleh barang dan jasa dalam suatu perekonomian dengan jangka waktu tertentu.
Tabungan merupakan bagian dari pendapatan yang tidak di keluarkan untuk konsumsi melainkan di tabung untuk masa depan.
c.       Investasi
Investasi merupakan penanaman modal yang di investasikan oleh investor untuk usaha tertentu dengan jangka waktu tertentu dengan harapan memperoleh keuntungan di masa mendatang.

2.2  Faktor-Faktor Produksi
Dalam melakukan berbagai proses produksi tentunya di perlukan berbagi faktor untuk menjalankan proses produksi dengan baik. Berikut beberapa faktor produksi tersebut, diantaranya:
2.2.1        Sumber daya alam
Merupakan segala sesuatu yang di sediakan oleh alam yang dapat di manfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan nya.
Misalnya: tanah, tumbuhan, hewan, udara, sinar matahari, bahan tambang, dll.






2.2.2   Sumber daya manusia
Merupakan segala kegiatan manusia baik jasmani maupun rohani yang di curahkan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa maupun manfaat suatu barang.
Tenaga kerja manusia dapat di klasifikasikan atas:
a.       Tenaga kerja terdidik
Yaitu tenaga kerja yang memperoleh pendidikan baik formsal maupun non formal.
Contoh: dosen, guru, dokter, pengacara,dsb.
b.      Tenaga kerja terlatih
Yaitu  tenaga kerja yang memperoleh keahlian berdasarkan latihan dan pengalaman.
Contoh: montir, tukang kayu, sopir, dsb.
c.       Tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih
Merupakan tenaga kerja yang mengandalkan kekuatan baik jasmani  maupun rohani.
Contoh: tenaga kuli pikul, tukang sapu, pemulung, buruh tani, dsb.
2.2.3        Sumber daya modal
Modal merupakan barang atau hasil produksi yang di gunakan untuk menghasilkan produk lebih lanjut.
Modal dapat dibedakan menurut:
a.       Kegunaan dalam proses produksi
Terdiri dari:
·         Modal tetap yaitu barang modal yang dapat di gunakan berkali-kali dalam proses produksi.
Contoh: mesin, gedung,dll.
·         Modal lancar adalah barang modal yang habis sekali pakai dalam proses produksi.
Contoh: bahan baku, bahan pembantu,dll.
b.      Bentuk  modal

Terdiri dari:
·         Modal konkret (nyata) merupakan modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi.
Contoh: mesin, bahan baku, gedung pabrik,dll.
·         Modal abstrak (tidak nyata) merupakan modal yang tidak dapat di lihat tetapi mempunyai nilai dalam perusahaan.
Contoh: nama baik perusahaan dan merek produk.
2.2.4 kewirausahaan
Sumber daya pengusaha atau sering juga disebut kewirausahaan. Pengusaha berperan dalam mengatur dan mengkombinasikan faktor-faktor produksi dalam rangka meningkatkan kegunaan barang atau jasa secara efektif dan efisien.
Pengusaha perlu memiliki kemampuan yang dapat diandalkan untuk mengatur dan mengkombinasikan faktor-faktor produksi , pengusaha juga harus mempunyai kemampuan merencanakan, mengorganisasikan , mengarahkan, dan mengendalikan usaha.
2.3     Pendapatan Nasional Dari Faktor Produksi
2.3.1        Pendapatan nasional dari sumber daya alam
Suatu Negara dikatakan terjadi pertumbuhan ekonomi jika terjadi kenaikan Pendapatan nasional per kapita. Pendapatan nasional per kapita merupakan besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu Negara. Kenaikan pendapatan nasional perkapita menunjukkan terjadi nya pertumbuhan ekonomi. Namun kondisi ini belum dapat dikatakan telah terjadi pembangunan ekonomi.
Pembangunan ekonomi memiliki 4 sifat penting, yaitu:
Ø  Ekonomi merupakan suatu proses, artinya pembangunan ekonomi itu berlangsung secara terus menerus bukan merupakan suatu kegiatan yang sifatnya incidental.
Ø  Pendapatan per kapita.
Ø  Kenaikan pendapatan berlangsung dalam jangka panjang.
Ø  Kenaikan pendapatan diikuti dengan terjadinya perubahan teknologi atau kelembagaan.
a.       Pentingnya SDA dalam pembangunan ekonomi
Untuk mencapai kemakmuran, harus berhasil memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki.rendahnya pendapatan suatu daerah, diantaranya disebabkan oleh sumber daya alam yang tersedia baik dalam arti jumlah , jenis maupun kualitasnya yang rendah. Tanpa adanya sumber daya alam di suatu Negara, maka Negara tersebut tidak akan memiliki banyak harapan untuk berhasil membangun ekonomi dan begitu sebaliknya.
Beberapa daerah dengan pendapatan asli daerah (PAD) tertinggi di indonesia merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam terutama hasil tambang. Tingginya PAD berpengaruh terhadap pembangunan ekonomi masyarakat antara lain tingginya tingkat pendapatan masyarakat.
Sumber daya alam memiliki manfaat bagi pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Kenyataan di Negara kita menunjukkan  bahwa salah satu masalah yang harus di hadapi manusia adalah semakin tipisnya persediaan sumber daya alam. Sehingga harus dipertahankan apabila terjadi hal yang demikian.
SDA memiliki fungsi dan peran terhadap pembangunan ekonomi terutama di bidang hayati. Indonesia merupakan Negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja pada sector pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap SDA hayati. Potensi sumber daya alam hayati Indonesia sangat beragam mulai dari pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, dan kelautan.
Peran sector pertanian yang merupakan hasil dari SDA hayati terhadap pendapatan nasional, bangsa Indonesia tahu dan sadar bahwa bangsa Indonesia mempunyai potensi besar dalam sector pertanian. Hal ini dapat dilihat dari mata pencaharian utama masyarakat Indonesia  adalah bertani. Pertanian merupakan sector penting di Indonesia.
Alasannya:Pertanian di Indonesia merupakan potensi sumber daya alam yang besar dan beragam, nasional cukup besar, menggantung hidupnya pada sector ini, dan menjadi basis pedesaan.


Berikut fungsi dan peran sumber daya alam hayati terhadap pembangunan ekonomi:
1.      Menaikkan produk domestic bruto (PDB)
2.      penyediaan lapangan kerja
3.      meningkatkan kesejahteraan petani
4.      menyediakan pangan untuk rakyat
5.      menjadi basis pertumbuhan ekonomi
fungsi dan peran sumber daya alam non hayati bagi pembangunan ekonomi
sumber daya alam non hayati merupakan sumber daya alam yang berupa benda tak hidup dan dapat di manfaatkan secara terus menerus. Contohnya: air, angin, sinar matahari, hasil tambang, dsb.
2.3.2        Pendapatan nasional dari sumber daya manusia
Sumber daya manusia merupakan usaha kerja atau jasa yang dapat di berikan dalam proses produksi. Sumber daya manusia menyangkut manusia yang mampu bekerja untuk memberikan jasa atau usaha kerja. Kemampuan bekerja diukur dengan usia , dengan kata lain orang dalam usia kerja dianggap mampu bekerja. Kelompok penduduk tersebut dinamakan tenaga kerja atau manpower.
Ada beberapa peran dan fungsi sumber daya manusia dalam hal pembangunan yaitu :
a.       Sumber daya manusia sebagai tenaga kerja
Tenaga kerja (manpower) adalah penduduk dalam usia kerja (berusia 15-64 tahun) yang memiliki kemampuan untuk mengeluarkan usaha tiap satuan waktu guna menghasilkan barang atau jasa, baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk orang lain. Tenaga kerja atau manpower terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja.
·         Angkatan kerja atau Labor force terdiri dari golongan yang berkerja dan golongan yang menganggur dan mencari pekerjaan.
·         Kelompok bukan angkatan kerja terdiri dari golongan yang bersekolah, golongan yang mengurus rumah tangga dan golongan lain-lain atau penerima pendapatan. Ketiga golongan dalam angkatan kerja sewaktu-waktu dapat menawarkan jasanya untuk bekerja. Oleh sebab itu, kelompok ini sering juga dinamakan sebagai potensial labor force.
Secara umum penyediaan tenaga kerja dipengaruhi oleh salah satu faktor yaitu produktivitas. kerja Produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai (keluaran) dengan keseluruhan sumber daya (masukan) yang digunakan persatuan waktu. Dalam produktivitas banyak orang yang bekerja keras akan tetapi banyak juga orang yang bekerja dengan hanya sedikit usaha. Hasil yang diperoleh dari dua cara kerja tersebut tentu akan berbeda. Produktivitas kerja seseorang juga dipengaruhi oleh motivasi dari tiap-tiap individu, tingkat pendidikan dan latihan yang sudah diterima serta kemampuan manajemen. Orang yang berpendidikan dan latihan yang lebih tinggi pada dasarnya mempunyai produktivitas kerja yang lebih tinggi juga.
b.      Sumber daya manusia sebagai tenaga ahli
Sumber daya manusia bersama-sama dengan teknologi dianggap sebagai keunggulan kompetitif untuk menjadikan sumber daya manusia sebagai tenaga ahli dalam mengejar ketertinggalan dari pembangunan ekonomi. Meskipun kemajuan teknologi mempunyai peranan yang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi dalam pembuatan kebijakan pengembangan teknologi mesti mempertimbangkan antara lain sumber daya yang dimiliki, masalah-masalah yang dihadapi, dan tujuan pembangunan perekonomian itu sendiri. (Mulyadi S, 2003 : 205).
      Pendidikan dan pelatihan juga merupakan upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia terutama untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kepribadian serta keterampilan khusus seseorang atau kelompok orang. Pendidikan dan pelatihan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi. Dengan adanya pendidikan, pelatihan, dan teknologi secara tidak langsung akan menambah pengetahuan, akan tetapi juga meningkatkan keterampilan bekerja, dan meningkatkan produktivitas kerja. Hubungan pendidikan dengan produktivitas kerja dapat tercermin dalam tingkat penghasilan, pendidikan yang lebih tinggi dan teknologi yang maju mengakibatkan tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Dan oleh sebab itu, memungkinkan tingkat penghasilan atau income yang lebih tinggi pula.
c.       Sumber Daya Manusia sebagai Pimpinan Perusahaan
Kepemimpinan adalah suatu proses dimana orang-orang tertentu mempengaruhi tindakan, sikap dan nilai-nilai orang lain dengan sukarela, antusias, dan dedikasi yang tinggi. Untuk menjadi Seorang pimpinan perusahaan yang baik adalah seorang yang memiliki keahlian interpersonal yang luar biasa yang akan digunakan untuk memperbaiki hubungan yang retak dengan para karyawan didalam suatu organisasi. Pendekatan pimpinan ini, memerlukan kesesuaian antara keahlian dan kualitas individu itu, dengan kebutuhan-kebutuhan situasional organisasi.
d.      Sumber Daya Manusia sebagai Tenaga Usahawan.
Tenaga usahawan adalah setiapa orang yang mampu melakukan pekerjaan baik didalam maupun diluar hubungan kerja secara mandiri guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhann masyarakat. Sebagai tenaga usahawan maka sumber daya manusia harus melibatkan dirinya dalam proses produksi.
Suatu Negara yang memiliki sumber daya manusia yang tinggi dalam kemampuan corporate organitation, managemen dan kewirausahaan walaupun sumber daya alam yang dimiliki relative rendah akan dapat memiliki daya saing nasional dan tingkat kemakmuran yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan sumber daya alam yang berlimpah tapi memiliki sumber daya manusia yang relatif rendah kualitasnya. Dengan demikian fungsi dan peran sumber daya manusia sangat penting dalam perekonomian suatu Negara dalam meningkatkan produktivitas.
e.       Sumber Daya Manusia dalam Menciptakan dan Mengembangkan IPTEK
 IPTEK adalah segala sesuatu yang diketahui mengenai pengetahuan suatu bidang yang disusun secara sistematis yang digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu diberbagai bidang dengan menggunakan teknik atau metode dalam produksi barang dan jasa atau teknolog-teknologi yang ada. Dengan demikian dalam tiap tingkat IPTEK terkandung tingkat produktivitas tiap masukan. Termasuk produktivitas kerja, yaitu volume atau kuantitas rata-rata barang atau jasa oleh tiap unit tenaga kerja yang digunakan. Jika pengangguran menjadi masalah utama dalam suatu Negara, maka keseimbangan peningkatan pendapatan dan perluasan penggunaan tenaga kerja dapat dapai dengan penggunaan teknologi tepat guna sebanayak-banyaknya. Terkecuali dalam industri yang memang secara teknis tidak mungkin digunakan teknologi padat karya. Sesuai dengan fungsi dan peranannya maka sumberdaya manusia juga harus mampu mengembangkan dan melakukan berbagai inovasi terhadap perkembangan iptek, sehingga dapat meningkatkan produktivitas perekonomian. Dengan meningkatnya produktivitas ekonomi tentu akan berpengaruh terhadap pendapatan (income) masyarakat.
f.    Mengorganisasikan Penggunaan Berbagai Faktor Produksi
 Pengorganisasian merupakan cara manajamen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif terhadap sumber daya keuangan, fisik, bahan baku, dan tenaga kerja organisasi. Faktor produksi meliputi faktor produksi asli (alam dan tenaga kerja) dan faktor produksi turunan (modal, wirausaha, teknologi dan skill). Dari berbagai faktor produksi tersebut dapat dilakukan baik secara bersama-sama maupun secara berdiri sendiri. Dalam hal ini peningkatan produktivitas manusia merupakan sasaran strategis karena peningkatan produktivitas faktor-faktor lain sangat tergantung pada kemampuan tenaga manusia yang memanfaatkannya.
g.       Sumber Daya Manusia sebagai Produsen 
Produksi merupakan setiap perbuatan yang menjadikan barang dapat lebih sempurna (dapat menambah nilai atau manfaat suatu barang) untuk memenuhi kebutuhan manusia. Yang dimaksud dengan produsen adalah pihak atau pelaku yang melakukan produksi dalam menambah nilai guna suatu barang atau menciptakan barang baru, sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sumber Daya Manusia sebagai Produsen sangat berperan penting dalam kegiatan perekonomian karena produsenlah, pihak yang mengolah dan menyediakan barang-barang atau jasa yang dibutuhkan oleh para konsumen.
h.       Sumber Daya Manusia sebagai Konsumen
Konsumsi dalam pengertian umum berarti pemakaian barang-barang hasil produksi. Menurut istilah ekonomi, konsumsi merupakan kegiatan menggunakan, memakai atau menghabiskan barang dengan maksud memenuhi kebutuhan. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan jasa yang tersedia dalam masyarakat bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Disamping sebagai pengguna barang atau jasa, konsumen juga dapat berperan sebagai penyedia faktor produksi (tanah,tenaga kerja dan modal), baik untuk produsen, pemerintah maupun masyarakat luar negeri. Prilaku konsumen biasanya didasarkan pada selera dan tingkat pendapatan. Dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi faktor selera sangat mempengaruhi konsumsi seseorang terhadap suatu barang.

2.3.3        Pendapatan nasional dari kewirausahaan
Wirausahawan berperan baik secara eksternal maupun internal. Secara eksternal, wirausahawaan berperan sebagai penyedia lapangan pekerjaan untuk para pencari kerja. Sehingga pengangguran secara nasional akan menjadi lebih berkurang.
Secara internal, kewirausahawan mengurangi tingkat ketergantungan kepada orang lain, dan dapat meningkatkan kepercayaan diri serta dapat meningkatkan daya beli bagi pelakunya.
Dengan menurunnya tingkat pengangguran akan berdampak positif terhadap pendapatan nasional di suatu Negara dan akan menumbuhkan perekonomian nasional. Selain itu, dengan bertumbuhnya perekonomian perkapita juga dapat berdampak positif yaitu menurunnya tingkat kriminalitas yang biasanya di timbulkan karena tingginya tingkat pengangguran.
Ada beberapa peran wirausaha dalam meningkatkan perekonomian, yaitu:
a.       Menciptakan lapangan kerja
b.      Mengurangi pengangguran
c.       Meningkatkan pendapatan nasional
d.      Mengkombinasikan faktor-faktor produksi seperti, tenaga kerja, sumber daya, modal, dan keahlian).
e.       Meningkatkan produktivitas nasional
Pembangunan ekonomi merupakan sebuah proses yang menyebabkan pendapatan perkapita masyarakat meningkat.
Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi diantaranya yaitu:
·         Modal
·         Tenaga kerja yang tersedia
·         Kekayaan alam
·         Teknologi dan kewirausahaan
·         Karakteristik social budaya masyarakat
·         Luasnya pasar
·         Sistem perekonomian yang di gunakan
Perhatian kepada wirausahawan sebagai pencipta kesempatan kerja baru, inovasi baru, penghasilan baru, pembayaran pajak baru, semua itu sebagai sumber pertumbuhan ekonomi juga sudah menyebar ke negar-negara yang sedang berkembang.
Di dalam pembangunan Negara-negara yang sedang berkembang dimana pengembangannya dalam wirausaha masih dalam tahapan permulaan yang telah menjadi rintangan dalam pertumbuhan ekonomi Negara.
2.3.4        Pendapatan  nasional dari faktor modal
Setiap usaha membutuhkan dana atau biaya untuk dapat beroperasi . hal ini sebenarnya menjadi persoalan yang di hadapi oleh setiap pengusaha, karena untuk memilikiusaha di butuhkan pengeluaran sejumlah uang sebagai modal awal. Modal merupakan salah satu faktor produksi yang sangat penting bagi setiap usaha, baik skala kecil, menengah maupun besar.
Modal tidak hanya penting dalam proses produksi, modal juga merupakan faktor utama dan mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dalam pengembangan perusahaan. Hal ini di capai melalui peningkatan jumlah produksi yang menghasilkan keuntungan atau laba bagi pengusaha (achmad,2009).
Dengan tersedianya modal maka usaha akan berjalan lancar dan akaan meningkatkan pendapatan nasional dari suatu Negara.


Ada kalanya modal di namakan barang-barang investasi, yang terdiri dari:
·         Mesin-mesin
·         Peralatan
·         Bangunan-bangunan
·         Fasilitas transpor dan distribusi
·         Persediaan barang- barang setengah jadi




















BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Pendapatan nasional adalah ukuran nilai output berupa barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara dalam periode tertentu atau jumlah seluruh pendapatan yang di terima oleh masyarakat bagi suatu Negara. sesungguhnya Pendapatan nasional suatu Negara tidak dapat sepenuhnya dijadikan sebagai indicator naiknya tingkat kesejahteraan rakyat di suatu Negara.
Berikut beberapa konsep Pendapatan nasional :
a.       Produk domestic bruto (PDB)
b.      Produk nasional bruto (GNP)
c.       Pendapatan nasional neto (NNI)
d.      Perdapatan perseorangan (PI)
e.       Pendapatan yang siap di belanjakan(DI)
Berikut beberapa faktor produksi,  diantaranya:
1.      Sumber daya alam
2.       Sumber daya manusia
3.      Sumber daya alam
4.      kewirausahaan

Suatu Negara dikatakan terjadi pertumbuhan ekonomi jika terjadi kenaikan Pendapatan nasional per kapita. Kenaikan pendapatan nasional perkapita menunjukkan terjadi nya pertumbuhan ekonomi. Namun kondisi ini belum dapat dikatakan telah terjadi pembangunan ekonomi.
3.2  Saran
Penyusunan makalah ini masih jauh sekali dari kesempurnaan. Untuk itu, penyusun mohon maaf atas segala kekurangannya. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun untuk penyempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang.      

Komentar

Postingan populer dari blog ini

contoh makalah tentang dinamika konflik dalam organisasi lengkap

makalah tentang biaya relavan dalam pengambilan keputusan

pendahuluan tentang peran zakat dalam mengentaskan kemiskinan