cerpen "menunggu dalam diam"
By:
Asfika Nuri
MENUNGGU DALAM DIAM
Kisah ini merupakan kisah
nyata yang dialami oleh seorang gadis manis yang memiliki senyum yang mampu
memikat siapa saja yang melihatnya. Ririka begitulah kira-kira orang
memanggilnya. Kisah ini dimulai saat ririka baru berumur 12 tahun. Ya ririka
cantik saat itu baru menduduki kelas satu sekolah menengah pertama. Perjuangan
ririka mengejar cita-cita nya penuh lika liku karena keluarganya yang
kekurangan. Disekolahnya ririka dikenal sebagai sosok teman yang baik dan periang
, yang suka menebarkan tawa bahagia bagi siapa saja yang ada didekatnya. Namun,
tak banyak yang tau seperti apa kesedihan dan penderitaan yang dialaminya
setiap hari sepulang sekolah.
Ririka selalu bersungguh-
sungguh di sekolahnya, hal ini ia lakukan untuk mempermudah jalan baginya
mancapai cita-citanya. Dia percaya bahwa ketika dia sudah berusaha maka pasti akan
ada juga hasilnya. Hari- hari ririka lalui dengan sabar dan penuh bahagia.
Ririka kecil tumbuh menjadi gadis yang cantik. Di sekolah ririka tidak begitu
terkenal tetapi di dalam kelasnya, ririka termasuk siswa yang sangat
berprestasi. Ririka kecil saat itu hanya tau belajar dan bermain, tidak
terpengaruh dengan pergaulan bebas. Bagi ririka baik teman laki-laki atau
perempuan sama saja, yeah begitulah ririka memandangnya. Tak terasa ujian
tengah semester telah datang. Ririka berjuang belajar mati-matian. Yang ada
dalam pikiran ririka saat itu hanya belajar dan belajar.
Hari ujian pertama pun
dimulai, ririka sangat bersemangat dan hasil kerja kerasnya terbayarkan . dia
mampu menyelesaikan semua soal meskipun ada beberapa soal choise yang sukar
tapi ririka tetap percaya diri, yeah itulah ririka…..
Hari-hari ujian selanjutnya
pun berjalan lancar, namun saat di hari terakhir ujian terjadi sedikit kekacauan
yang membuat ririka kesal, dimana ada beberapa kakak kelas yang merobek kertas
soal ujian dan melemparnya kesesama kakak kelas. Tapi ada satu kakak kelas yang
melempari kertas tersebut kearah ririka , sontak ririka terbangun dan dengan
ekspresi sedikit kesal ririka mengumpulkan lembaran jawabannya dan meninggalkan
ruangan kelas.
Ririka: ada ada saja tuh orang, bikin tengsi
naik aja…sabar-sabar…( sambil mengusuk dada ririka berlalu pulang)..
Keesokan harinya, hari-hari
tenang ririka di sekolah tak ada lagi,
kehidupan sekolah yang aman dan tentram kini direbut darinya dengan tersebar
nya berita bahwa ada kakak kelas yang menyukai ririka. Ririka kembali kesal
namun apa daya dia tak bisa menutup setiap mulut yang berbicara. Dan berita ini
langsung menyebar kesatu sekolah. Saat ririka keluar dari kelasnya baru
beberapa langkah, ada saja yang datang dan mengatakan bahwa “ ka, ada kakak
yang suka ama kamu tuh,,, dia titip salam ae..” ririka langsung berlari ke
kelas sambil malu-malu dan juga sangat kesel. Ririka hanya berdiam diri dikelas
dan tak berani keluar kelas lagi. Yang sangat bikin ririka terheran adalah
kenapa kk kelas yang diberitakan suka kepada ririka ini tak pernah berkata
sepatah kata pun saat bertemu dengan nya di sekolah, hanya diam dan melirik
ririka saja. Ririka yang masih polos hanya malu dan dalam hati ia tak suka
berada dalam posisi seperti itu. Hari demi hari berlalu, ririka mulai membenci
orang yang telah merebut ketenangannya disekolah ini. Dan saat bertemu dengan
kk tersebut untuk kesekian kalinya, ririka mulai acuh dan tak memperdulikan
keberadaan sang kk tersebut.
6 bulan berlalu, kini kk kelas
tersebut sudah masuk kesekolah lain. Dan hari-hari indah ririka akan kembali
lagi, begitu pikirnya… namun siapa sangka ternyata masih saja ada siswa yang
merayu ririka agar mau membalas perasaan kk kelas tersebut, termasuk juga kawan
dekat ririka, nesya.
Ririka tak memperdulikannya ,
kini yang ririka pikirkan hanya fokus belajar. 2 tahun berlalu semenjak ririka
menduduki bangku sekolah menengah pertama, dan kini ririka berumur 14 tahun dan
sudah kelas tiga. Semenjak ririka duduk dikelas 3 sekolah menengah pertama ini
, ada beberapa cwok yang menyatakan persaaannya kepada ririka, dan ada juga
beberapa yang suka tebar pesona, namun ririka tak menyukai satu pun dari
mereka. Dalam kesendiriannya, ririka mulai memikirkan sosok pahlawan yang akan
memberikan cahaya dalam hidupnya nanti, dan ketika membayangkannya yang
terpintas diingatan ririka hanya wajah dari kk kelas yang dulu pernah dikabarkan
menyukainya, yaitu “ abizar ”
Lalu ririka pun mulai berangan-angan
andai suatu saat “ abizar ”bisa menjadi suaminya….
Namun ririka sadar bahwa itu tak akan mungkin bisa terjadi, kini
ririka tumbuh menjadi gadis remaja yang berumur 15 tahun, ririka cantik kini
sudah duduk di bangku sekolah menengah
atas. Ririka sangat mudah dalam bergaul dan ia pun memiliki banyak sekali
teman. Tak terkecuali teman cowok yang suka modusin ririka dengan pura-pura minta
di ajarin belajar. Banyak sekali cowok menyatakan cinta kepada ririka namun
ririka menolaknya, dalam hati ririka
sebenarnya ia menunggu sosok orang yang selama ini dihayalkannya.
Setidaknya memiliki kemiripan dengan kk abizar, meski itu tak mungkin bisa
terjadi.
Lama tak terdengar kabar dari
sang kakak, tetapi ririka tak pernah sekalipun mencoba untuk menerima cinta
dari para lelaki yang mengajaknya jadian. Ririka selalu saja mencari berbagai
alasan untuk menolak, kadang ada yang percaya dan memilih untuk menyerah,
kadang juga ada yang memilih tak percaya dan tetap mengejar-ngejar ririka.
Teman-teman ririka yang melihat nya menjadi geram dan menyarankan agar ririka
segera berpacaran agar anak cowok tak lagi mengejarnya, mereka mendesak ririka
setiap hari , namun ririka hanya diam dan dalam hati ririka berkata “ jika
nanti ada lelaki yang mengajak pacaran lagi pas di hari ulang tahun ku, maka
aku akan mau dengannya”.
Tak lama kemudian, ada satu
cowok yang mengajak ririka pacaran sehari sebelum ultahnya yang ke 16 tahun, namun
nyatanya hati ririka belum siap dan menolak lelaki tersebut. Lalu setelah
ultahnya juga ada yang mengajak pacaran namun ririka juga tak mau. Seminggu
setelah ultah nya, ririka dikejutkan oleh kabar dari kk kelas yang dulu dibenci
ririka tetapi ketika keberadaannya menjauh membuat ririka sadar bahwa
sebenarnya dia mencintai kk kelas tersebut. Kk kelas yang biasa di sapa “abi”
ini mengirim pesan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun menghilang dan
tentu saja hal ini membuat hati ririka kembali berdegup kencang. Sehari dua
hari berlalu, ririka terus berkomunikasi dengan kak abi sampai akhirnya kak abi
menyatakan perasaannya kepada ririka dan mengajak ririka untuk berpacaran.
Sejenak ririka terdiam dan tanpa membuang waktu ririka langsung mengiyakan
karena ririka tau betul setelah beberapa hari berkomunikasi dengan kak abi
bahwa kak abi orangnya sangat pemalu.
TAMAT
Komentar
Posting Komentar