mengenal perusahaan multinasional

PERUSAHAAN MULTINASIONAL

Mari lebih dekat dengan perusahaan multinasional…!!!
Dalam perekonomian modern, banyak kita lihat perusahaan kini mengimpor barang dan jasa, sementara yang lainnya memilih untuk mengekspor. Di lain pihak, juga terdapat banyak perusahaan yang memilih untuk berinvestasi baik secara langsung dengan mendirikan pabrik maupun tidak di luar negeri atau meminjam dana dari luar negeri. Masing-masing Negara harus memiliki spesialisasi dalam produksi dan mengekspor barang-barang yang dapat diproduksi secara efisiendan mengimpor barang-barang yang dapat diproduksikan dari Negara lain secara efisien.
Kemampuan perusahaan multinasional untuk memindahkan factor-faktor produksi tertentu secara internasional mengabaikan perbedaan- perbedaan makro ekonomi antar Negara sebagaimana di asumsikan oleh smith dan richardo.
Robbins et al, 1999:144 mengemukakan bahwa perusahaan multinasional adalah perusahaan yang memiliki operasi-operasi yang signifikan di dua atau lebih Negara secara bersamaan, namun keputusan utama dan kontrolnya dilakukan oleh perusahaan dinegara asalnya. Sedangkan Shapiro mengemukakan bahwa perusahaan multinasional (MNC) adalah perusahaan yang beroperasi di lebih dari satu Negara. Perusahaan multinasional ini terdiri dari perusahaan induk yang berlokasi di Negara asalnya dan memiliki paling sedikit lima (5) atau enam (6) perusahaan afiliasi atau subsidiary (anak perusahaan) di luar negeri.
Proses ekspansi perusahaan multinasional ke v luar negeri dimulai dengan mengekspor dan kemudian diikuti dengan mendirikan fasilitas-fasilitas produksi local atau pada Negara tujuan atau melalui lisensi,. Di bawah aturan lisensi dimana perusahaan local setuju untuk memanufaktur produk perusahaan dengan royalti-royalti dan bentuk pembayaran lainnya. Dengan berproduksi di luar negeri, perusahaan dapat lebih mudah mempertahankan pengembangan pasar, mengadaptasikan produk-produk, dan ketepatan jadwal produksinya terhadap perubahan selera dan kondisi local. Sementara itu, dapat memberikan pelayanan purna jual yang lebih komprehensif. Membangun fasilitas-fasilitas produksi local juga menggambarkan komitmen yang lebih besar terhadap pasar local dan peningkatan kepastian atau jaminan stabilitas suplai produk.
Dari sudut pandang perilaku, perusahaan multinational murni dapat di definisikan  sebagai komitmen perusahaan untuk mencari, melaksanakan, dan menginterogasi peluang-peluang investas, marketing, dan pendanaan dalam skala global bukan domestic (Shapiro,1996:6).
Sedangkan dari sudut pandang risiko, perusahaan multinasional menghadapi lebih sedikit risiko daripada perusahaan domestic, karena kesanggupan perusahaan multinasional yang lebih besar untuk menyesuaikan operasi-operasi produksidan marketing secara global. Conto: sejalan dengan perubahan biaya-biaya produksi dalam dolar, perusahaan multinasional dengan system produksi yang mendunia dapat mengalokasikan produksinya antar beberapa pabrik. Perusahaan multinasional memiliki pilihan untuk menaikkan produksipada Negara yang mata uangnya didevaluasi dan mengurangi produksi pada Negara yang mata uangnya direvaluasi.


Berikut  3 langkah perusahaan menjadi internasional (robbins et al, 1999:117) 
Langkah 1: para manajer membuat dorongan untuk menjadi perusahaan internasional sekadar dengan mengekspor produk-produk organisasi tersebut kenegara-negara lain
Langkag 2: para manajer melakukan keterlibatan secara terbuka untuk menjual produk-produknya di Negara asing, namun belum ada kehadiran fisik karyawan perusahaan tersebut diluar Negara asal perusahaan itu.
Langkah 3: niat teguh dari para manajer untuk mengejar pasar internasional secara agresif. Para manajer dapat memberikan lisensi atau waralaba kepada perusahaan lain untuk menggunakan merek, teknologi, atau spesifikasi produk perusahaan tersebut. Ini merupakan pendekatan yang digunakan secara luas diantara perusahaan-perusahaan farmasi dan rangkaian makanan siap saji seperti pizza hunt.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

contoh makalah tentang dinamika konflik dalam organisasi lengkap

makalah tentang biaya relavan dalam pengambilan keputusan

pendahuluan tentang peran zakat dalam mengentaskan kemiskinan