secarik kertas untuk sahabat


By: Asfika Nuri



SECARIK KERTAS UNTUK SAHABAT

Hari Terasa Amat Sunyi Jika Dijalani Hanya Dengan Seorang Diri
Terasa Pedih Dan Perih Setiap Hari
Terpintas Di Benak Untuk Melampiaskan Kemarahan Ini
Pada Selembar Kertas Putih Sebagai Pengobat Hati
Yang Mulai Rapuh Semenjak Kau Tinggal Pergi…..

Kini Banyak Hal Mulai Terpintas Di Benak Ini
Sambil Terpaku Disudut-Sudut Kamar Ku Mulai Meratapi Kesendirian Ini
Tetapi, Apalah Daya Makhluk Lemah Ini
Yang Bisanya Hanya Mengeluh Sepanjang Hari….

Kini Hari- Hari Yang Dijalani Seorang Diri Terasa Begitu Sepi
Tak Ada Teman Atau Pun Sahabat Sebagai Penyemat Hidup Ini
Bukan Tak Ada Satupun Tapi….
Kehadiranmu Dulu Disisiku Tak Ada Yang Mampu Tandingi
Meski Beribu Teman Ada Disisi Ini
Tetap Saja Dirimu Yang Kan Selalu Ku  Rindui……

Sekarang Ku Tak Butuh Siapa-Siapa Lagi
Kau Yang Ku Mau Kini Telah Lama Pergi
Ku Coba Lakukan Setiap Hal Seorang Diri
Meski Nyatanya Ku Tak Bisa Tapi
Terus  Ku Paksakan Agar Ku Bisa Melupakan Diri Mu Yang Telah Lama Tak Di Sisi …….

Ku Mulai Ber Angan-Angan Ber Andai-Andai
Datang Seorang Teman Baru Mungkin Hati Tak Kan Sesakit Ini
Mungkin Semua Ini Akan Terasa Berbeda
Mngkinkkah Semua Ini Dapat Ku Atasi
Dengan Bersamanya
Bisakah Ku Tersenyum Bahagia Lagi?
Tetapi,
Kau Tak Perlu Takut
Kehadirannya Pun Tak Kan Bisa Mengganti Dirimu Sahabatku
Tetapi Mungkin Dengan Bersamanya Ku Kan Jadi Lebih Kuat
Jauh Lebih Kuat Dari Diriku Yang Sekarang
Atau Mungkinkah Aku Bisa Setangguh Dulu
Setangguh Persahabatan Kita Dulu
Mungkinkah Itu Bisa Terjadi
Bolehkah Aku Bermimpi sobat…..?

Setelah Lama Kepergianmu
Ku Putuskan Untuk Tak Lagi Hidup Sendiri
Ku Bertekad Untuk Menjadi Seseorang Yang Hebat
Agar Kamu Bangga Pernah Jadi Sahabat Ku Dulu
Ku Kan Mencari Teman-Teman Baru
Sebanyak Yang Bisa Ku Temui
Agar Kamu Bangga Padaku
Dan Supaya Kamu Tau Aku Tak Apa-Apa
Aku Bahagia Meski Tanpa Mu……

Telah Cukup Lama Aku Terpuruk Dalam Kesendirian
Kesedihan Dan Kesepian Menjadi Hal Biasa
Semenjak Pertama Kau Tingggal Pergi
Tetapi Sekarang Sudah Tak Kan Lagi…..

Teman-Teman Baru Ku Sudah Menunggu
Sudah Saatnya Kini Untuk Bangkit
Hal Ini Bukan Sekedar Sensasi
Tetapi Teman Itu Sebagai Pengingat Kala Kau Lupa Bukan?
Sebagai Konsultan Ketika Kau Punya Banyak Masalah
Sebagai Penasehat Tak Berbayar Kala Kau Salah
Sebagai Tempat Mengadu Kala Kau Susah
Sosok Teman Seperti Itulah Yang Nanti Kan Ku Cari Sobat
Dan Aku Nyakin Akan Bertemu Dengan Mereka
Pada Waktu Yang Tepat
Karena Suatu Alasan Yang Tepat……

Dan Untuk Diri mu Sahabat Lamaku
Jangan Pernah Bersedih Hati
Meski Kau Memilih Untuk Meninggalkan Ku
Ku Tau Itu Semua Bukanlah Apa Yang Kau Mau
Rindu Ini Akan Selalu Ada Bersamamu
Begitu Juga Dengan Doa Ku
TERIMA KASIH Selama Masa Hidup Mu Telah Memilih Ku
Dan Aku Bangga Pernah Menjadikan Mu SAHABATKU…….


 thank you @_@

Komentar

Postingan populer dari blog ini

contoh makalah tentang dinamika konflik dalam organisasi lengkap

makalah tentang biaya relavan dalam pengambilan keputusan

pendahuluan tentang peran zakat dalam mengentaskan kemiskinan