manajemen keuangan internasional



Oke gan, pada kesempatan kali ini, saya akan membahas sedikit mengenai MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL, lebih tepatnya rincian sederhana yang akan membuat kalian tambah  bingung dengan tulisan saya kali ini. Ya saya harap kalian memakluminya dan SELAMAT MEMBACA….@_@

pendahuluan pembelajaran manajemen keuangan internasional

Secara sederhana, manajemen mengandung makna mengatur dan mengelola, sedangkan keuangan sendiri dapat diartikan sebagai suatu alat pembayaran yang sah, dan internasional bisa di artikan hubungan antara satu Negara dengan Negara lainnya. Jadi, manajemen keuangan internasional dapat di artikan melakukan pengelolaan keuangan yang melibatkan perusahaan antar Negara dengan tujuan memaksimumkan kekayaan bagi para pemegang sahamnya.
Nah dewasa ini, perkembangan dunia perekonomian berkembang pesat, dimana banyak Negara yang melakukan kegiatannya baik dalam bentuk ekspor maupun impor dalam hal barang (berupa produk) dan juga jasa (berupa ketenagakerjaan, dan sebagainya) yang ada dalam suatu Negara. Ada dua transaksi yang terjadi di sini yaitu ekspor dan impor dan kedua hal ini saling berkaitan dan berhubungan timbal balik. Banyak pihak (perusahaan/instansi) yang lebih memilih untuk berinvestasi diluar negeri, dan setiap Negara harus ikut berpartisipasi secara maksimal dalam hal ekspor dan impor barang dan jasa ini.
Selanjutnya, antara perusahaan nasional dengan Negara sendiri memiliki hubungan yaitu terikat perizinan atau persetujuan, dimana setiap perusahaan harus mengurus perizinan terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan dimana ekspor dan impor barang tersebut di lakukan. Tidak diperkenankan untuk sembarang mendirikan usaha atau pun perusahaan di daerah Negara yang bersangkutan. Setiap Negara membutuhkan perizinan dan persetujuan dan ini juga berlaku bukan hanya dalam satu Negara dengan Negara lainnya tetapi juga dalam suatu daerah di suatu Negara. Dalam proses perizinan ini, terdapat syarat-syarat ataupun dokumen yang di butuhkan sehingga baik perizinan masuk maupun perizinan keluar dapat di lakukan oleh pihak-pihak yang bersangkutan.
Keuangan internasional ini juga erat kaitannya dengan perusahaan multi-nasional, dimana perusahaan ini merupakan perusahaan yang beroperasi di lebih satu Negara, dimana control utamanya dipegang oleh Negara asalnya. Dalam perusahaan multi-nasional ini, operasi yang dilakukan adalah memproduksikan barang-barang dan kemudian memperdagangkan barang-barang tersebut kenegara-negara  lainnya. Hal ini, berbeda dengan perusahaan tran-nasioanal yang lebih menfokuskan diri pada bagaimana mempertahankan operasi pentingya.
Dalam perusahaan multi-nasional juga di kenal adanya ekspansi, maksudnya ada kantor induk di suatu Negara,  dan dinegara lainnya di dirikan cabang atau perusahaan baru,  dan proses ekspansi ini dapat di tandai dengan terjadinya ekspor barang dan jasa. Misalnya saja, kantor induk didirikan di Negara A dengan memproduksikan dan menghasilkan produk AA, produk AA ini kemudian dikirimkan ke berbagai kantor cabang yang tersebar di berbagai Negara. Nah, kantor cabang kemudian mendistribusikan produk AA ini. Apa yang terjadi disini ialah penghematan biaya yang lebih sedikit dikeluarkan oleh kantor induk. Biaya yang lebih sedikit ini di ikuti dengan pelayanan  purnajual yang lebih kompetitif  serta risiko-risiko yang mungkin akan terjadi dapat dicegah dan di kurangi.
Nah, untuk bisa menjadi perusahaan multi- nasional ini sendiri perlu beberapa langkah, diantaranya:
1.      Para manajer harus terlebih dahulu membuat dorongan untuk menjadi perusahaan internasional dengan mengekspor produk nya kenegara lain, dan ini merupakan langkah yang pasif menuju keberhasilan dengan tetap bisa meminimalkan tingkat risiko. Disini, para manajer harus menjalankan perannya masing-masing dengan baik yakni menjual produknya dan memperkenalkan produknya kenegara-negara lainnnya dengan harapan produknya dapat di ketahui keberadaannya oleh para konsumen.
2.      Para manajer melakukan keterlibatan secara terbuka, menjual dan membuat produknya.
3.      Langkah yang terakhir merupakakan niat teguh dari para manajer untuk mengejar pasar internasional secara agresif . agresif disini diperlukan agar para manajer dapat memberikan lisensi atau waralabanya kepada perusahaan lainnya yang ada di berbagai Negara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

contoh makalah tentang dinamika konflik dalam organisasi lengkap

makalah tentang biaya relavan dalam pengambilan keputusan

pendahuluan tentang peran zakat dalam mengentaskan kemiskinan