bahan ajar konflik antar kelompok
Perilaku dan konflik
antar kelompok
Selain
konflik antar pribadi (yang mencakup intrakelompok) selama bertahun-tahun
psikolog sosial membahas konflik antar kelompok. Perilaku antar kelompok secara
khusus didentifikasi sebagai berikut: “perilaku antar kelompok terjadi kapanpun
selama individu dalam sebuah kelompok berinteraksi secara kolektif maupun secara individu dengan
kelompok atu anggota dalam lain dalam konteks indentifikasi kelompok referensi.
Ada
beberapa kondisi anteseden yang menjelaskan
konflik antar kelompok, yang dapat dirangkum sebagai berikut:
1
kompetisi untuk sumber daya. Banyak organisasi mempunyai sumber daya yang
sangat terbatas.
2
kelompok dalam organisasi bersaing mendapatkan dana anggaran, ruang, suplai,
karyawan, dan pelayanan pendukung.
3
kesalingketergantungan tugas. Jika kedua kelompok dalam organisasi saling
tergantung satu sama lain dalam dalam cara masing-masing mendapat keuntungan
atau bahkan secara satu arah(seperti dalam proses teknologi berurutan), anda
kecenderungan terjadi komplik daripada jika kelompok tidak saling tergantung
sama lain. Semakin berbeda tujuan, prioritas, dann karyawan dari kelompok yamg
independen(misalnya, penelitian dan produksi), semakin cenderung terjadi
konflik.
4
ambiguitas jurisdiksional. Hal ini mungkin mencakup masalah”wilayah kekuasaan”
atau tanggung jawab yang sama. Misalnya, konflik mungkin terjadi pada saat satu
kelompok berusahan memperoleh lebih banyak kontrol atau keuntungan dari
aktifitas yang diinginkan, atau menyerahkan bagian dan tanggung jawab yang
tidak diinginkan.
5
pengejaran status. Konflik ini terjadi saat satu kelompok berusaha mengikatkan
status dan kelompok lain memandangya sebagai ancaman dalam hirarki status.
Status kelompok mungkin juga merasa diperlakuan tidak dail dibandingkan dengan
kelompok lain dalam hal penghargaan, tugas, kondisi kerja, hak istimewa, atau
simbol status. Departemen sumber daya manusia sering diberlakukan berbeda dalam
hak dari departemen pemasaran, keuangan, dan operasi.
Kelompok
yang berkomflik mempunyai perilakku yang berbeda dari kelompok yang bekerja
sama dengan lancar. Berikut ini adalah contoh nyatanya:
Sebuah
divisi litton industries perlu menginstergrasian operasi west dan east coast
untuk memberi spektrum layanan yang lengkap kepada pelanggan. Kelompok weast
cost telah menjalankan call center selama 30 tahun, bekerja keras tetapi tidak
berubah. Operasi east coast bergabung melalui akuisisi dan dikhususkan untuk
konsultasi proses perubahan. Kelompok east coast ini bertindak independen,
mengambil resiko, dan kurang peduli mengenai tradisi dan budaya litton. Konflik
yang terjadi adalah karena tidak adanya komunikasi atau kesatuan arah antara
kedua kelompok. Sabotase tersembunyi antara kedua piha terjadi secara rutin
untuk mengurangi keefektifan pihak lain.
Terdapat
bukti peelitian terbaru bahwa kelompok yang berkomflik berubah secara insternal
dalam persepsi antar kelompok mereka,
misalnya sebuah studi terhadap 70 tim manajemen puncak secara internal
menemukan bahwa tingkat kepercayaan mengurangi hubungan antara komflik tuga (
persepsi perselisihan mengenai keputusan yang dibuat kelompok) dan komflik
hubungan (persepsi emosional mengenai ketidaksesuain antar pribadi). Studi lain
menemukan bahwa kohesivitas antar kelompok yang rendah dan hubungan negatif
antar kelompok berhubungan secara signifikan denngan persepsi konflik antar
kelompok yamg lebih tinggi. Secara keseluruhan, banyak ahli menekankan
pentingnya melakukan analisis biaya manfaat disemua tingkat konflik dan
selanjutnya mengatur sistem resolusi perselisihan dan mengatur sistem melalui
teknologi informasi canggih yang menghilangkan komflik yang melekat dalam
desain organisasi tradisional (misalnya, spesialis hierarki dan fungsi).
Pengaruh Komflik Individu
Seperti
telah dibahas, komflik tidak secara otomatis buruk bagi karyawan perseorangan
atau kinerja organisasi mereka. Dalam kenyataanya, secara umum diakui bahwa
tingkat komflik yang rendah dapat meningkatkan kinerja.
Pengaruh
disfungsional dari tingkat komflik tinggi perlu diperhatikan dalam masyarakat
kontemporer secara umum dan secara khusus dalam manajemen sumber daya manusia
yang efektif. Masalah tingkat komflik yang tinggi dapat ditunjukan secara
fisik, psikologis, atau perilaku individu.
Masalah Fisik Akibat Komflik
Banyak
perhtian dan penelitian dasar selama bertahun tahun ditujukan pada dampak
komflik pada kesehatan fisik. Masalah kesehatan fisik yang berhubungan dengan
komflik adalah sebagai berikut:
1.
masalah sistem kekebalan tubuh, dimana terdapat pengurangan kemanpuan untuk melawan
sakit dan infeksi
2.
masalah sistem kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit
jantung
3.
masalah sistem muskoloskleletal( otot dan rangka), seperti sakit kepala dan
sakit punggung
4.
masalah sistem gastrointestinal (perut) seperti diare dan sembelit
Untuk
5.000 orang yang bekerja dipasar saham,
kematian karena serangan jantung adalah 60% lebih tinggi daripada tingkat
nasional untuk pria antara 18 dan 65 tahun, dan termaksuk didalamnya salah satu
karyawan yang menistall defibrilator (digunakan untuk mengembalikan detak
jantung dengan listrik)
Bonus
adalah sejarah kuno. Siapa saja yang berjuang dengan perasaan”takut dipecat”
rasa bersalah karena selamat dari pemecatan,” dan stigma baru yang muncul dari
kenyataan bahwa orang securities echange commision,NASD, pengacara berharap
menemukan orang yang bersalah. Selanjutnya, terdapat seribu atau lebih class
action yang penyelesaian untuk investor yang tidak puas.
Jelaslah
bahwa penyakit fisik serius dari komflik mempunyaai pengaruh drastis terhadap
individu. Pengaruh yang tidak selalu tampak, tetapi serius, adalah pengaruh
masalah fisik seperti penyakit jantung, yang dampak berdampak pada organisasi.
Ivancevich dan malteson memberi lembar kerja seperti berikut untuk menghitung
kerugian mengganti karyawan karena penyakit jantung dalam perusahaan yang
memperkejakan 4.000 orang.
|
1.
|
Jumlah karyawan
|
4.000
|
|
2
|
Pria berusia 45 sampai 65 tahun
(0,25 x baris 1)
|
1.000
|
|
3
|
Perkiraan kematiaan karena
penyakit jantung pper tahun (0,006 x baris 2)
|
6
|
|
4
|
Perkiraan pensiul awal karena
masalah jantung pertahun (0,003 x baris 2)
|
3
|
|
5
|
Kerugian personalia tahunan
perusahaan karena masalah jantung (jumlah baris 3 dan 4)
|
9
|
|
Biaya penggantian tahunan:
rata-rata dari penerimaan dan pelatihan karyawan baru untuk menggantikan
karyawan yang yang berpengalaman ( baris 5x$35,000)
|
$315,000
|
|
Jumlah karyawan yang akhirnya
meninngal karena penyakit jantung jika rata-rata yang sekarang terus
berlanjut (0,5x baris 1)
|
2.000
|
Angka
tersebut hanyalah perkiraan, tetapi dapat secara drasmatis mengilustrasikan
bagaimana penaykit jantung dapat menyebabkan kerugian dan berkurangnya jumlah
karyawan daam organisasi. Secara jelas, tidak semua penyakit jaantung dapat
dihubungkan secara langsung dengan komflik; kondisi dukungan dan keaadan
kesehatan, faktor keturunan, dan sejarah medis seseorang juga memberi
konstribusi. Akan tetapi, tampaknya terdapat cukup bukti bahwa komflik dapat
dan benar-benar memberi konstribusi pada penyakit yang menakutkan ini dan
masalah fisik lainnya.
Masalah psikologis akibat komflik
Meskipun
ada banyak perhatian terhadap hubungan antara kesehatan fisik, terutama dalam
komunitas medis, tetapi tidak banyak yang membahas dampak komflik pada
kesehatan mental. Tetapi, paling tidak secara tidak langsung, dalam kinerja
sehari-hari, maslah psikologis yang muncul dari komflik juga sama pentingya
dengan maslah fisik, bahkan mungkin lebih penting.
Tingkat
komflik tingii mungkin disertai dengan kemarahan, kecemasan, depresi, gelisah,
cepat marah, tegang, dan bosan.
Akibat
komflik dapat mempunyai pengaruh yang hampir tidak tertera, tetapi sangat
nayata pada gaya dan keefektifan manajer dalam posisi kunci, misalnya , manager
yang mengalami komflik mungkin menjadi murung, dan bawahan mereka tidak berani
mengangu managernya, walaupun ada informasi penting, karena mereka hanya akan “
memenggal kepala anda.” Manager tersebut juga amenyadari bahwa saat mereka
bersikap seperti itu, mereka merasa bahwa tidak berlaku seperti yang diharapkan
untuk posisi penting mereka dan mengalami kehilangan penghargaan diri. Dalam
keadaan seperti itu, mereka mungkin juga menunda dan terus menunda sesuatu dan
tidak membuat keputusan yang dibutuhkan. Dan, akhirnya mereka marah kepada
pimpinan karena mencoba mengembalikan mereka kejalur yang tepat dan mulai
membenci pekerjaan mereka. Rekan kerja, bawahan, dan pimpinan mungkin sangat
muak dengan manager tersebut dan menggambarkan perilaku mereka sebagai hasil
dari “ kepribadian yang buruk” padahal penyebab sebenarnya adalah komflik. Jika
manager mengalami serangan janrtung, setiap orang akan merasa sedih dan berkata
bahwa dia terlalu tertekan, tetapi kemurungan manager, penghargaan diri yang
rendah, ketidakmampuan untuk membuat keputusan, dan ketidakpuasan pada pimpinan
dan pekerjaan menyebabkan orang marah dan berkata bahwa manager .”tidak baik”
atau tidak dapat sejalan dengan orang lain.” Masalah serangan jantung dan
psikologis mungkin penyebabnya adalah sama. Dan meskipun orang bereaksi secara
berbeda, namun pengaruh negatif terhadap kinerja adalah sama besarnya dengan
masalah psikologis, atau bahkan lebih buruk.
Masalah Prilaku Akibat
Komflik
Seperti
pada kasus yang dibahas pada buku ini, unit analisis prilaku mungkin sangat
membantu dalam mengatasi pengaruh stress kerja dan komflik. Perilaku langsung
yang menyertai tingkat komflik yang tinggi mencakup makan sedikit atau makan
berlebihan, tidak dapat diatur, meerokok dan minum keras, 10 persen mengalami
masalah minuman keras, dan 6 milyar dossis amphetamine dan obat tidur
dikomsumsi setiap tahunnya. Masalah perilaku karyawan yang disebabkan alkohol
dan obat-obatan menjadi sangat jelas. Misalnya, sebuah perusahaan mempunayi
masalah dengan minuman keras saat bekerja dan membeli alat pengukur kadar
alkohol lewat pernapasan untuk menguji karyawanya. Kepala serikat buruh dalam
pekerjaan ini menyatakan,: ada sejumlah orang yang masuk kerja sambil mabuk
setiap harinya. Meskipun alat itu belom digunakan, salah seorang karyawan
mengatakan, “saya rasa saya akan berhenti pergi ke bar paada jam makan siang”
selain berbahaya, seperti dalam perusahaan yang menggunakan banyak peralatan
berbahaya, masalaah tersebut dapat ditunjukan melalui kelambatan,
ketidakhadiran, dan turnover.
Terdapat
bukti penelitian selama bertahun-tahun yang mengindikasikan hubungan komflik
dengan ketidak hadiran dan turnover. Misalnya, karyawan mungkin mengalami
komflik dan bereaksi dengan mabuk dan tidak masuk kerja pada keesokan harinya
karena teralalu banyak minum. Mereka kemudian merasa bersalah karena mabuk dan
merasa mengecewakan setiap orang pada pagi harinya,” dan akhirnya keluar atau
dipecat dari pekerjaan. Sementara ini, ketidak hadiran meningkat, dan diikuti
dengan pergantian karyawan, yang merugikan perusahaan baik dalam hal menganti
karyawan yang absen ataupun menganti orang yang keluar. Menghindari pekerjaan
yang menyebabkan stress atau keluar dari pekerjaan adalah reaaksi pelarian dari
situasi. Sebenarnya hal ini mungkin reaksi yang lebih shat ketimbang reaksi
perselisihan dimana orang tetap pada pekerjaan yang membuat sress dan menjadi
marah atau agresif
Strategi Mengatasi Komflik
Banyak
perubahan dalam bab ini dan materi yang dibahas pada bab sebelumya, walaupun
secara tidak langsung (misalnya, pembahasan desain kerja, penetapan tujuan,
modifikasi perilaku organisasi, dinamika kelompok, keterampilan komunikasi,
strategi plitik gaya kepemimpinan, proses dan tekhnik perkembangan organisasi)
memberikan cara untuk mengelola dan mengatasi komflik dengan lebih efektif.
Sekalipun teori tentang mengatasi komflim sedang berkembang, namun penelitian
dasar tentang peran menunjukan bahwa kepribadian dan kepercayaan mempunyai
peran dalam mengatasi komflik pada organisasi dan keduanya menjadi pedoman
praktis untuk mengubah komflik menjadi keberhasilan. Contoh aplikasi: perlu
waktu untuk megelola waktu untuk memberikan beberapa teknik sederhana, seperti
manajemen waktu yang dapat mengatasi komflik, dan terdapat banyak lankah yang
dapat digunakan untuk menghindari komflik dan burnout yang ditemukan dalam
literatur praktisi.
Perilaku
interaktif baik pada tingkat antipribadi maupun antar kelompok lebih
menghasilnkan komflik daripada stres, dan solusinya adalah dengan mengatasi dan
mengelola perilaku tersebut. Sebagai contoh, strategi resolusi milik komflik
menang-menang atau jenis strategi lain seperti penghindaran, defusi, kepuasan,
atau konfrontasi dikenal luas dalam manajemen komflik dan ada penelitian dasar
yang mengindikasikan bagaimana manajemen komflik dapat mempengaruhi
keberhasilan tim virtual global dlam organisasi. Terdapat banyak buku beriontasi
praktik mengenai pemecahan masalah komflik ditempat kerja, tetapi pendekatan
yang lebih akademis berdasarkan penelitian berfokus pada keahlian negosiasi.
Setelah pembahasan strategi individu dan organisasi dalam mengatasi komflik,
selanjutnnya akan dibahas keahlian negosiasi resolusi komflik.
Contoh Aplikasi
Perlu
waktu untuk megelola waktu
Salah
satu penyebab utama stress pada manajer adalah tekanan waktu. Tidak menjadi
masasalah berapa cepat manager bekerja dan seberapa banyak waktu yang
diberikan, mereka masih tidak dapat menyelesainkan semua pekerjaan. Salah satu
cara yang paling efektif untuk mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan
teknik managemen waktu, saat ini banyak organisasi dari chasse manhantam, exxon
sampai xerox melatih manager mereka untuk menyelesainkan pekerjaan dalam waktu
singkat. Beberapa pedoman yang berguna untuk manajemen waktu yang efektif
adalah sebagai berikut:
1.
membuat daftar “pekerjaan” yang mengidentifikasi semua yang harus dikerjakan
selama satu hari. Hal ini membantu perkembangan kerja yang terarah.
2.
mendelegasikan pekerjaan minor sebanyak mungkin kepada bawahan.
3.
menentukan kapan melakukan pekerjaan terbaik pagi atau siang dan menjadwal
tugas paling penting untuk periode waktu tersebut.
4.
mengatur waktu selama sehari, paling tidak satu jam, saat tidak diizinkan
adanya tamu atau gangguan.
5.
mempunyai sekretaris yang menyaring semua telepon masuk dan mengalahkanya ke
bawahan karena tidak penting atau tidak memerlukan perhatian pribadi dari anda.
6.
makan siang di kantor satu atau dua hari dala satu minggu untuk menghemat waktu
dan memberi anda kesempatan untuk menyelesainkan pekerjaan.
7.
mengatur meja kerja anda dengan membelakangi pintu dan lorong sehingga anda
tidak melakukan kontak mata dengan orang lain yang kemungkinan akan mampir
kemeja anda.
8.
membaca sambil berdiri. Rata-rata, orang membaca dengan lebih cepat dan akurat
saat dalam posisi tidak nyaman.
9.
menelopon antara pukul 16.30 dan 17.00. orang cenderung berbicara dengan
saingkat pada jam-jam tersebut sehingga mereka dapat pulang cepat.
10.
jangan merasa bersalah mengenai hal yang tidak dapat diselesainkan pada hari
ini. Letakkan pekerjaan yang tidak selesai dibagian paling
atas pada daftar” pekerjaan” untuk besok.
Komentar
Posting Komentar