Strategi individu untuk mengatasi stres
Strategi individu untuk mengatasi stres
Saat
ini obat obatan untuk menolong diri sendiri pendekatan dengan melakukan semua
hal sendiri, klinik untuk menurunkan berat badan dan diet, makanan sehat dan
olahraga banyak dibahas di media mesa.orang bertanggung jawab atau tahu bahwa
mereka seharusnya bertanggung jawab atas kesehatan diri sendri. Strategi
individu untuk mengatasi stres semakin masuk akal. Dengan kata lain, orang
tidak perlu meyakinkan mengenai nilai tanggung jawab dan membuat perubahan
dalam kehidupan mereka. Saat ini, tanggung jawab mengatasi stres melebihi
kesehatan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan psikologis,fitalitas
spiritual,dan etika.
- Olahraga. Ini
bukan masalah kalah atau menang , tetapi mengenai apakah anda berolahraga
dengan baik. Orang dari segala usia berolahraga seperti jalan kaki,
joging, berenang, bersepeda, atau bermain softball, tenis, dan batminton
untuk melawan stres. Meskipun hal ini sepertinya masukuk akal dan di
percaya banyak orang dan dokter, masih belum dibuktikan secara konklusif
bahwa olahraga akan selalu mengurangi kesempatan mendapat penyakit jantung
atau stroke. Tetapi, dan keraguan bahwa olahraga dapat membantu mengatasi
stres dengan lebih baik, sekalipun memang dan pengaruh sampingan seperti
relaksasi, baiknya harga diri, dan membuat orang melupakan pekerjaan
untuk sementara sehingga bisa bekerja dengan lebih baik di tempat kerja.
- Relaksasi. Baik
dilakukan dengan sederhana atau menggunakan tehnik khusus seperti biofeedback
atau meditasi, tujuan nya adalah menghilangkan situasi yang menekan
atau mengelola situasi stres jangka panjang secara lebih efektif. Beserta
mungkin berarti bergelut dengan buku bagus didepan perapian atau menonton
tayangan ringan di televisi(bukan program program kekerasan atau olahraga).Terdapat
bukti penelitian terbaru yang menyatakan bahwa orang yang menulis kejadian
yang menekan dalam hidup mereka mengalami kemajuan kesehatan. Meditasi
mencakup relasasi otot dan mental:orang secara perlahan mengulangi kata
atau frasa yang menenangkan atau berkontrasi pada sebuah gambaran mental
di tempat yang tenang. Terdapat beberapa bukti penelitian bahwa meditasi
mempunyai dampak pada fisik”dan mental”seseorang. Tetapi, belum itentukan
apakah hal tersebut menpunyai dampak praktis pada stres kerja atau tidak.
Akan tetapi, sejumblah perusahaan menggunakan cara tersebut. Misalnya,
pialang saham yang secara rutin memeditasi menyatakan:”Sumua mengatasi
bahwa industri ini sangat membuat stres. Jadi, saat orang minum alkhol,
kami bermeditasi. Hal ini bukan berarti kami tidak mengalami stres. Kami
hanya tidak mengalaminya seperti orang lain.”
- Mengendalikan
Prilaku. Bab 16 membahas manajemen prilaku secara khusu. Dengan secara
sengaja mengelola enteseden dan konsekkuensi prilaku diri, orang
dapat mencapai kontrol diri. Misalnya, manajer penjualan yang setiap hari
menghadapi keluhan pelanggan dapat mengubah antesiden dengan menyaring
keluhan tersebut dan hanya keluhan tertentu saja yang diperhatikan.
Mereka juga dapat mengelola konsekkuensi dengan memberi penghargaan kepada
diri sendiri dengan istirahat extra saat mereka bisa tenang setelah
berinteraksi dengan pelanggan yang marah. Selain mengelola prilaku mereka
untuk mengurangi stres, orang juga dapat menyadari keterbatasan nya dan
mengibarkan” Bendera merah “ yang menandakan telah terjadi masalah. Mereka
dapat menhindari orang atau situasi yang mereka tahu akan menyebabkan
stres. Dengan kata lain, strtegi ini mencakup kontrol seseorang terhadap
situasi, bukan nya membiarkan situasi mengontrol mereka.
4.
Terapi konitif. Selain tehnik kontrol
prilaku diri, sejumlah prisikolok klinik memasuki bidang stres dengan tehnik
terapi konetif. Tehnik seperti model emotif rasional Ellis dan modifikasi
prilaku konitif digunakan sebagai stretegi individu untuk mengurangi stres
kerja membentuk efikasi diri ( kepercayaan diri, lihat bab 9) melalui teori
konetif bandura juga digunakan. Penelitian menunjukkan bahwaorang dengan
efikasi diri rendah mengalami stres secara emosi dan fisik, tetapi orang dengan
efikasi diri tinggi tidak terganggu dengan beban kerja yang berat. Dengan
demikian, tujuan nya adalah memperoleh atau meningkatkan efikasi seseorang
dalam menghadapi stres, sebagai strategi individu untuk mengurangi stres,
melalui pengalaman kinerja yang sukses, pengalaman pribadi, persuasi sosial,
dan atau keadaan fisik dan emosi yang terkontrol.
5.
Jaringan. Salah satu cara yang muncul
dari penelitian psikologi sosial selama bertahun tahun adalah orang yang perlu
dan akan keuntungan dari dukungan sosial. Diterapkan sebagai strategi
untukmengurangi stres kerja, hal ini akan membentuk hubungan dekat dengan rekan
kerja dan kolega yang berempati dan percaya yang merupakan pendengar yang baik
dan pembangun kepercayaan diri. Teman tersebut ada saat diperlukan dan
memberikan dukungan agar orang dapat melewati situasi stres. Saat ini aliansi
tersebut terutama jika dicari dikembangkan secara langsung disebut jaringan dan
sekarang disebut kapital sosial
Strategi Orang untuk Mengatasi stres
Strategi organisasi mengatasi stres
dirancang oleh manajemen untuk menghilangkan atau mengontrol stres tingkat
organisasi untuk mencegah atau mengurangi streskerja pada keryawan individual.
Pada awal bab ini, stresor organisasi dikategorikan dalam kontek kebijakan dan
strategi, proses/ fungsi struktur dan desain, dan kondisi kerja . Selanjutnya
masing masing area akan menjadi fokus perhatian dalam mengembangkan strategi
organisasi mengatasi stres. Dengan kata lain seiap stresor akan diperhatikan
untuk menghilangkan atau mengurangi sres kerja. Misalnya, dalam hal kebijakan ,
peninjauan kinerja dan rencana upah akan mendapat perhatian yang sama dan
seadil adilnya.
Saat ini, perusahaan
hebat seperti Hewlett-packard dan perusahaan perangkat lunak SAS menyadari
bahwa mereka memberi tekanan luar biasa pada keryawan dalam pertarungan
kompetitif dan mempertimbangkan usaha untuk mengurangi stres organisasi.
Misalnya, HP mengaharuskan karyawan mempunyai tujuan pribadi/waktu luang
(Misalnya menurunkan berat badan , olahraga cuti untuk keluarga) dan tujuan
pekerjaan. Jika karyawan kekurangan tujuan pribadi/waktu luang maka penyelia
harus bertanggung jawab. Saat sebuah tonggak penting telah dicapai, misalnya
pulang pukul 2 siang untuk menjemput anak perempuan nyadi arena skating, rekan
kerjanya didorong untuk menyambutnya dengan semangat yang sama seperti ketika
memenangkan banyak pesanan penjualan.
Association for
Fitness in business memperkirakan bahwa ribuan perusahaan menawarkan program
mengatasi stres yang bekisar pada layanan konseling, seminar manajemen stres
pada jam makan siang, dan publikasi kesehatan sampai pusat kebugaran perusahaan
dimana karyawan dapat diefaluasi secara teliti. Beberapa diantara nya cukup
kreatif
Secara umum, banyak
perusahaan mencoba mengurangi stres dan koflik melalui inisiatif kerja
keluarga. Hal ini mencakup inisiatif organisasi(misalnya restrukturisasi
pekerjaan dan kewajiban kerja, telekomuniting, kerja paru waktu dan pembagian
kerja, dan jadwal yang fleksibel) dan program serta kebijakan benefit hidup dan
pekerjaan (misalnya perawaatan dan atau orang tua di tempat kerja, cuti medis
dan keluarga yang di bayar, waku bebas untuk acara pribadi/kluarga,dan batasan
pada frekkuensi dan jarak perjalanan bisnis).
Employee Assitance
Program (EAP) juga merupakan respon organisasi yang sangat berharga untuk
membantu keryawan mengatasi stres. EAP di plementasikan oleh lebih dari
setengah organisasi AS dengan 50 karyawan atau lebih, dan ternyata secara
konsisten mengurangi ketidak hadiran , biaya perawatan kesehatan , dan tindakan
indispliner. Umumnya EAP meberikan layanan kepada karyawan seperti konselin
rahasia dan atau menindak lanjuti persoalan pribadi atau pekerjaan.
Mengingat bahwa
belakangan ini stres berasal dari penyusutan karyawan, maka selain program
kerja – keluarga dan EAP , ada juga perhatian kepada mereka [karyawan] yang di
berhentikan dan yang di pertahankann sebagai contoh, diciptakan berbagai
teoritis , dan dilakukan penelitian dasar untuk mengatasi masalah kehilngan
pekerjaan. Salah satu penelitian menemukan bahwa peranan keadilan prosedur
(persepsi keadilan ,yang di bahas pada bab 8) dipengaruhi oleh penyusutan
karyawan. Dalam ketiga studi (terhadap orang yang diberhentikan , yang tetap
bertahan ,dan yang akan di berhentikan) ditemukan bahwa keadilan prosedur mempunyai
dampak positif.
Organisasi yang
mengalami penyusutan karyawan perlu memastikan bahwa orang yang diberhentikan
bersikap positif sehingga tidak ada reaksi negatif (misalnya dalm masyarakat
atau dengan pelanggan). Akan tetapi , yang paling perlu diperhatikan adalah
orang yang menderita “ sindrom survivor” ( sindrom orang yang beratahan ).
Orang yang bertahan dalam penyusutan karyawan sebagai penyakit modern,
mendeskripsikan , “ pada saat kami barusaja berfikir bahwa pekerjaan kami aman,
mereka mengubah aturan terhadap kami. Kami tidak tahu siapa yang berkuasa,
siapa yang dapat kami percaya, atau siapa diri kami, persoalan pertamanya bukan
hanya apakah orang yang bertahan mengalami stres atau tidak, tetapi juga apakah
stres tersebut memengaruhi kinerja mereka.
Beberapa pedoman
untuk perusahaan yang melakuka penyusutan karyawan dalam mengatasi msalah
sindrom survivor adalah sebagai berikut :
- Menjadi
proaktif. Sebelum Compacc computer di
houstan memberhentikn dua ribu karyawan , departemen sumberdaya manusia
perudahaan mengembangkan kampanye komunikasi yang kompreshensif dan
melatih semua manajemen bukan hanya mengenai bagai mana memberhentika
orang, tetapi juga bagaimana membantu orang yang bertahan .
- Mengetahui
Emosi Orang Yang Bertahan. Negara bagian
Oregon, yang memberhentikan seribu frustrasi dan mengembangkan keahlian
yang akan memungkin kan mereka akan melihat perubahan sebagai kesempatan
untuk berembang.
- Berkomunikasi
etelah penyusutan karyawan. Setelah
memberhentikan 20% karyawan , patagonis Inc. Produsen pakaian kasual di
california, mengadakan forum terbuka selama satu bulan ( kemudian dua kali
sebulan ) dimana karyawan dapat menemui CEO selama jam kerja untuk
bertanya dan mendengar kemajuan perusahaan. Dalam para pimpinan pitney
bownes Inc.Manajemen memberikan kepada karyawan $.50 untuk setiap
pertanyaan yang paling bagus.
- Mengklarifikasi aturan baru.
Komunikasi mengenai situasi umum sangatlah penting tetapi juga penting
untuk menjelaskan bagai mana pekerjaan setiap karyawan berubah , dan
menhubungkan nya dengan bagai mana setiap individu memberi kontribusi pada
siuasi organisasi yang sedang mengalami penyusutan.
Keahlian Negosiasi: Lebih Dari Manajen
Konflik
Belakangan ini, manajemen konflik telah
berubah dari bidang relasi industri menjaadi keahlian manajerial yang penting.
Seperti ditanyakan neale dan Bazarman: setiap orang bernegosiasidalam berbagai
bentuk berbeda , negosiasi adalah mekanisme umum untuk memecahkan masalah
perbedaan dan mengalokasikan sumberdaya “. Mereka mendefinisikan negosiasi
sebagai” prosespengambilan keputusan di antara pihak interdependen yang tidak
berbagi kesukaan yang sama.melalui negosiasi pihak tersebut membutuhkan apa
yang akan diberi dan di terima dalam hubungan mereka.
Meskipun beberapa sarjana
prilaku organisasi menyatakan bahwa terdapat kesamaan antara strategi negosiasi
dan manajemen konflik , negosiasi lebih dari sekedar pemecahan konflik
negosiasi menjadi keahlian manajerial bagi keberhasilan indivudu dan
organisasi. Missalnya, manajer dapat bernegosiasikan kenaikan gaji atau harga
yang tetap untuk suplay. Setelah menbahas biasa atau eror yang di buat
negosiator dan membahas tehnik negosiasi tradisional yang digunakan,
selanjutnya akan dibahas keahlian baru yang di perlukan dalam negosiasi yang
efektif untuk resolusi konflik dan karier yang sukses.
Pendekatan negosiasi tradisional
Saat bernegosiasi, orang pada umumnya
dan manajer pada khususnya cendrung mempunyai bias dan melakukan kesalah yang
membuat mereka tidak bernegosiasi secara rasional dan mencapai hasil yang
maksimal. Penelitian mengenai kesalahan tersebut diringkas sebagai berikt:
- Negosiator
cendrung dipengaruhi oleh kerangka atau bentuk presentasi dari informasi
dalam negosiasi
- Ketika tidak ada
alternatif lain , negosiasi secara tidak rasional cendrung mengekalasi
komitmen dengan tindakan yang dilakukan sebelumnya.
- Negosiasi
cendrung beramsumsi bahwa pendapatan mereka harus berasal dari pengeluaran
pihak lain.
- Penilai
negosiator cendrung diperkuat dengan informasi tidak relevan seperti
penawaran awal.
- Negosiator
cendrung mengandalkan informasi yang tersdia.
- Negosiator
cendrung gagal mempertimbangkan informasi yang ada denga berfokus pada
perspektif lawan.
- Negoiator
cendrung terlalu percaya diri sehubungan dengan kemungkinan mencapai
hasilyang diinginkan dari individu yang terlibat.
Selain masalah bias, negosiasi biasanya
menggunakan pendekatan tawar- menawar distributif atau posisional. Tawar-menawar
distributif mengasumsikan “bagian tetap” dan berfokus pada bagaimana
mendapatkan bagian terbesar, atau “bagian keuntungan”. Tim mengembangkan
pertukaran yang saling menguntungkan dalam negosiasi da menemukan minat yang
sesuai. Akan tetapi,keyakinan umumbahwa tim mempunyai keuntungan relatif
dibandingkan lawan perseseorangan dalam negosiasi, tidak didukung oleh hasil
akhir aktual. Strategi manajemen konflik berupa kompromi, pemaksaan dan
penghindaran, yang telah dijelaska sebelumnya, cendrung berhubungan dengan
stretegi negosiasi distributif. Sperti dinyatakan oleh Whetten dan Cameron:
Kompromi terjadi
saat kedua pihak mau berkorban untuk mancapai pemikiran bersama . Orang yang
berkompromi umumnya lebih tertarik menemukan solusi yang bijaksana ... memaksa
dan mengakomodasikan menuntut satu pihak menyerah agar konflik terselesaikan .
Saat ini pihak yang berkonflik menghindari resolusi, mereka melakukan karena
mereka menganggap biaya pemecahan konflik begitu tinggi sehingga lebih baik
tidak berusaha untuk mencapai resolusi.
Berhubungan ddengan tawarmenawar
distributif adalah pendekatan tawar-menawar posisional pendekatan
negosiasi ini mencakup pengambilihan secara suksetif dan kemudian menyerah,
sebuah rangkaian posisi. Dalam bentu paling sederhana , ini terjadi saat tawar
menawar di pasar terbuka. Akan tetapi ,tawar-menawar posisional juga erjadi
dalam diplomasi internasional. Fisher dan ury menyatakan bahwa tawar menawar
posisional dapat mempunyai tujuan yang berguna:” Hal ini memberitahukan
apa yang anda inginkan pada pihak lain : memberikan kepastian dalam
situasi tidak menentu dan tertekan : dan akhirnya menghasilkan kesepakatan yang
dapat di terima.”
Tawar-menawar
distributif dan posisional menpuyai strategi sederhan seperti” orang yang
tangguh , “ atau “keras”;mudah tersentuh”lembut,bahkan memisahkan perbedaaan”.
Karakter ristik stretegi” keras” mencakup berikut ini. Tujuan adalah
sebuah kemenangan, tidakmempercayai orang lain, menyukai posisi anda,
mengancam, mencoba memenangkan kontes keinginan, dan menerapkan tekanan.
Sebaliknya, strategi”lembut, mencakup karakteristik sebagai berikut: tujuan
adalah sebuah kesepakatan mempercayaai orang lain, mengubah posisi dengan mudah
, memberi penawaran , mencoba menghindari kontes keinginan , dan menghilangkan
tekanan.Penawara yang keras mendominasi dan mempunyai daya tarik intruksi. Akan
tetapi, penelitian dan praktik sehari hari mulai menunjukan bahwa pendekatan
negosiasi efektif lebih di mungkin kan dari pada strategi tradisional.
Khilanagan negosiasi kontenporer
Terdapat pendekatan anternatif samping
tawar menwar distributif dan posisional yang dikenal sejak lama dan strategi
keras dan lunak dalam negosiasi wetthen dan cameron mengusulkan pendekatan
interratif yang menggunakan perspektif” meninggalkan keuntungan “ yang
menggunakan tehnik pemecahan masalah untuk menemukan hasil menang-menang.
Bedasarkan strategi kolaborasi( daripada kompromi, memaksa, mengakomodasi ,
atau menghindari ), pendekatan interatif mengharumkan negosiator yang efektif
untuk menggunakan keahlian seperti (1) menepatkan tujuan superordinat: (2)
misalkan orang dari masalah: (3) berfokus pada minat bukan pada posisi : (4)
menemukan piihan untuk keuntungan bersama: dan (5) menggunakan kriteria
objektif.
Pedoman praktis
untuk negosiasi yang efektif mengelompokkan berbagai tehnik negosiasi
bedasarkan tingkat resiko bagi si pengguna.:
- Tehnik negosiasi
resiko rendah
a.
Bujukan – halus biasanya berhasil ,
tetapi standar nya mungkin berbeda antara usia jenis kelamin, dan faktor
budaya.
b.
Memberiikan point yang mudah duu –
membantu membangun kepercayaan dan momentum persoalan yang lebih berat
c.
Diam – efektif untuk konsensi, tetapi
seseorang harus berhati hati agar tidak memancing kemarahan atau fustasi lawan
.
d.
Posisi menguntungkan – hal ini mungkin
memperoleh penawaran balik yang rnunjukan posisi lawan atau mengubah point
kompromi.
e.
“O.malangnya aku- mungkin mnimbulkan
simpati, tetapi juga dapat menyebab kan naluri membunuh dalam dri lawan
2.
Tehnik negosiasi risiko tonggi
a.
Hilangnya kesabaran yag tidak
diharapkan – kemaraha dapat memecahkan kebutuhan dan memberi ide pada setiap
orang, tetapi hal ini juga dapat di pandang sebagai sikap tidak dewasa atau
menipulasi dan menyebabkan lawan memperkuat posisi mereka.
b.
High-balling – digunaka untuk
memperolehkepercsyssn deenganmenyerah kepada posisi lawan , tetapi saat kalah
oleh kekuasaan yang lebih tinggi , konsesi di peroleh bedasarkan kepercayaan.
c.
Bouharism (ambil atau
lepaskan)dinamakan seperti nama wakil presiden GE yang hanya membuat satu
penawaran dalam negosiasi, hal ini merupakan strategi yang sangat agresif yang
mungkin juga menyebabkan kemarahn dan frustasi pada lawan.
d.
Menunggu momen yang tepat – setelah
menggunakan taktik yang butuh dan mengeetahui bahwa tanggal waktu sudah dekat,
memberika tawaran yang masuk akal tetapi disukai meninggalkan lawan dengan
sedikit pilihan atau menerimanya.
Selain strategi risiko rendah dan
tinggi juga terdapat sejumlah tehnik negosiasi, sperti tim yang sendiri dari
dua orang yang menggunakan “polisi baik – polisi jahat “( satunya keras, dan
yang lain nya baikhati), dan berbagai kesenangan psikologis seperti memaksa
pertemuan diselenggarakan di wilayah seseorang menjadwalkan pertemuan pada
wakuyang tidak tepat, atau menginterupsi pertemuann dengan menelpon atau
pertenuan lain. Juga ada pedoman jika maka, bagaimana menggunakan alkohol dalam
negosiasi . Sperti dinyatakan presiden saber interprise ,saat orang jepang
bernegosiasi ,sebaik nya anda membawa mereka pergi makan dan minum sake.
Selain pedoman untuk
keahlian negosiasi yang efektif , juga terdapat penawaran distributif dan
strategi keras dan lembut yang dikembangkan oleh Harvard Negotiation Project.
Alternatif pada negosiasi tradisional ni disebut pendekatan negosiasi
berprinsip atau negosiasi menurut manfaat. Ada empat elemen dasar dalam
pendekatan alternatif negosiasi tersebut. Secara singkat keempat elemen
tersebut adalah :
1.
Orang. Memisahkan orang dari masalah
2.
Minat.berfokus pada minat , bukan
posisi
3.
Pilihan . Mengahsilkan berbagai
kemungkinan sebelum memutuskan apa yang dilakukan .
4.
Kriteria. Memaksa bahwa hasil
didasarkan pada beberapa standar objektif
Keahlian dasar melebihi strategi keras
dan lembut dan mengubah permainan negosiasi berdasarkan manfaat.
Misalnya, dalam tawar- menawarkan lembut anggota adalah teman: dalam tawar
menawarkeras , anggotanya adalah musuh : tetapi dalam pendekatan perinsip,
anggotanya adalah pemecahan masalah. Dalam tawar menawar dalam tawar menawar
lembut , pendekatan adalah mempercayai orang lain dalam tawar menawar
keras,anggotanya tidak saling mempercai;tetapi dalam pendekatan prinsip,
negosiator mengekplorasi minat umum. Keahlian negosiasi prinsip ini dapat
menghasilkan kesepakatan yang bijaksana sebagai dinyatakan fisher dan ury:
Metode ini
memungkinkan anda untuk mencapai konsesus secara bertahap menganai keputusan
bersama secara sfisien tanpa mengeluarkan biaya untuk mempertahankan posisi.
Anda hanya harus memuka diri. Dan memisahkan orang dari masalah memungkin anda
berhubungan secara langsung dan secara empatis dengan negosiator lain sebagai
manusia dan menghaasilkan penyesaian yang baik.
Sejalan keahlian
sosial, emosional , prilaku, kepemimpinan,tim,dan komukasi keahlian negosiasi
menjadi semakin penting bukan hanya untuk manajemen konflik, tetapi juga untuk
manajemen yang efektif secara umum.
Komentar
Posting Komentar