Strategi individu untuk mengatasi stres




Strategi individu untuk mengatasi stres
            Saat ini obat obatan untuk menolong diri sendiri pendekatan dengan melakukan semua hal sendiri, klinik untuk menurunkan berat badan dan diet, makanan sehat dan olahraga banyak dibahas di media mesa.orang bertanggung jawab atau tahu bahwa mereka seharusnya bertanggung jawab atas kesehatan diri sendri. Strategi individu untuk mengatasi stres semakin masuk akal. Dengan kata lain, orang tidak perlu meyakinkan mengenai nilai tanggung jawab dan membuat perubahan dalam kehidupan mereka. Saat ini, tanggung jawab mengatasi stres melebihi kesehatan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan psikologis,fitalitas spiritual,dan etika.
  1. Olahraga. Ini bukan masalah kalah atau menang , tetapi mengenai apakah anda berolahraga dengan baik. Orang dari segala usia berolahraga seperti jalan kaki, joging, berenang, bersepeda, atau bermain softball, tenis, dan batminton untuk melawan stres. Meskipun hal ini sepertinya masukuk akal dan di percaya banyak orang dan dokter, masih belum dibuktikan secara konklusif bahwa olahraga akan selalu mengurangi kesempatan mendapat penyakit jantung atau stroke. Tetapi, dan keraguan bahwa olahraga dapat membantu mengatasi stres dengan lebih baik, sekalipun memang dan pengaruh sampingan seperti  relaksasi, baiknya harga diri, dan membuat orang melupakan pekerjaan untuk sementara sehingga bisa bekerja dengan lebih baik di tempat kerja.
  2. Relaksasi. Baik dilakukan dengan sederhana atau menggunakan tehnik khusus seperti biofeedback atau meditasi, tujuan nya adalah menghilangkan situasi yang menekan atau mengelola situasi stres jangka panjang secara lebih efektif. Beserta mungkin berarti bergelut dengan buku bagus didepan perapian atau menonton tayangan ringan di televisi(bukan program program kekerasan atau olahraga).Terdapat bukti penelitian terbaru yang menyatakan bahwa orang yang menulis kejadian yang menekan dalam hidup mereka mengalami kemajuan kesehatan. Meditasi mencakup relasasi otot dan mental:orang secara perlahan mengulangi kata atau frasa yang menenangkan atau berkontrasi pada sebuah gambaran mental di tempat yang tenang. Terdapat beberapa bukti penelitian bahwa meditasi mempunyai dampak pada fisik”dan mental”seseorang. Tetapi, belum itentukan apakah hal tersebut menpunyai dampak praktis pada stres kerja atau tidak. Akan tetapi, sejumblah perusahaan menggunakan cara tersebut. Misalnya, pialang saham yang secara rutin memeditasi menyatakan:”Sumua mengatasi bahwa industri ini sangat membuat stres. Jadi, saat orang minum alkhol, kami bermeditasi. Hal ini bukan berarti kami tidak mengalami stres. Kami hanya tidak mengalaminya seperti orang lain.”
  3. Mengendalikan Prilaku. Bab 16 membahas manajemen prilaku secara khusu. Dengan secara sengaja mengelola enteseden  dan konsekkuensi prilaku diri, orang dapat mencapai kontrol diri. Misalnya, manajer penjualan yang setiap hari menghadapi keluhan pelanggan dapat mengubah antesiden dengan menyaring keluhan tersebut  dan hanya keluhan tertentu saja yang diperhatikan. Mereka juga dapat mengelola konsekkuensi dengan memberi penghargaan kepada diri sendiri dengan istirahat extra saat mereka bisa tenang setelah berinteraksi dengan pelanggan yang marah. Selain mengelola prilaku mereka untuk mengurangi stres, orang juga dapat menyadari keterbatasan nya dan mengibarkan” Bendera merah “ yang menandakan telah terjadi masalah. Mereka dapat menhindari orang atau situasi yang mereka tahu akan menyebabkan stres. Dengan kata lain, strtegi ini mencakup kontrol seseorang terhadap situasi, bukan nya membiarkan situasi mengontrol mereka.

4.                  Terapi konitif. Selain tehnik kontrol prilaku diri, sejumlah prisikolok klinik memasuki bidang stres dengan tehnik terapi konetif. Tehnik seperti model emotif rasional Ellis dan modifikasi prilaku konitif digunakan sebagai stretegi individu untuk mengurangi stres kerja membentuk efikasi diri ( kepercayaan diri, lihat bab 9) melalui teori konetif bandura juga digunakan. Penelitian menunjukkan bahwaorang dengan efikasi diri rendah mengalami stres secara emosi dan fisik, tetapi orang dengan efikasi diri tinggi tidak terganggu dengan beban kerja yang berat. Dengan demikian, tujuan nya adalah memperoleh atau meningkatkan efikasi seseorang dalam menghadapi stres, sebagai strategi individu untuk mengurangi stres, melalui pengalaman kinerja yang sukses, pengalaman pribadi, persuasi sosial, dan atau keadaan fisik dan emosi yang terkontrol.

5.                  Jaringan. Salah satu cara yang muncul dari penelitian psikologi sosial selama bertahun tahun adalah orang yang perlu dan akan keuntungan dari dukungan sosial. Diterapkan sebagai strategi untukmengurangi stres kerja, hal ini akan membentuk hubungan dekat dengan rekan kerja dan kolega yang berempati dan percaya yang merupakan pendengar yang baik dan pembangun kepercayaan diri. Teman tersebut ada saat diperlukan dan memberikan dukungan agar orang dapat melewati situasi stres. Saat ini aliansi tersebut terutama jika dicari dikembangkan secara langsung disebut jaringan dan sekarang disebut kapital sosial

Strategi Orang untuk Mengatasi stres
Strategi organisasi mengatasi stres dirancang oleh manajemen untuk menghilangkan atau mengontrol stres tingkat organisasi untuk mencegah atau mengurangi streskerja pada keryawan individual. Pada awal bab ini, stresor organisasi dikategorikan dalam kontek kebijakan dan strategi, proses/ fungsi struktur dan desain, dan kondisi kerja . Selanjutnya masing masing area akan menjadi fokus perhatian dalam mengembangkan strategi organisasi mengatasi stres. Dengan kata lain seiap stresor akan diperhatikan untuk menghilangkan atau mengurangi sres kerja. Misalnya, dalam hal kebijakan , peninjauan kinerja dan rencana upah akan mendapat perhatian yang sama dan seadil adilnya.
    Saat ini, perusahaan hebat seperti Hewlett-packard dan perusahaan perangkat lunak SAS menyadari bahwa mereka memberi tekanan luar biasa pada keryawan dalam pertarungan kompetitif dan mempertimbangkan usaha untuk mengurangi stres organisasi. Misalnya, HP mengaharuskan karyawan mempunyai tujuan pribadi/waktu luang (Misalnya menurunkan berat badan , olahraga cuti untuk keluarga) dan tujuan pekerjaan. Jika karyawan kekurangan tujuan pribadi/waktu luang maka penyelia harus bertanggung jawab. Saat sebuah tonggak penting telah dicapai, misalnya pulang pukul 2 siang untuk menjemput anak perempuan nyadi arena skating, rekan kerjanya didorong untuk menyambutnya dengan semangat yang sama seperti ketika memenangkan banyak pesanan penjualan.
    Association for Fitness in business memperkirakan bahwa ribuan perusahaan menawarkan program mengatasi stres yang bekisar pada layanan konseling, seminar manajemen stres pada jam makan siang, dan publikasi kesehatan sampai pusat kebugaran perusahaan dimana karyawan dapat diefaluasi secara teliti. Beberapa diantara nya cukup kreatif
    Secara umum, banyak perusahaan mencoba mengurangi stres dan koflik melalui inisiatif kerja keluarga. Hal ini mencakup inisiatif organisasi(misalnya restrukturisasi pekerjaan dan kewajiban kerja, telekomuniting, kerja paru waktu dan pembagian kerja, dan jadwal yang fleksibel) dan program serta kebijakan benefit hidup dan pekerjaan (misalnya perawaatan dan atau orang tua di tempat kerja, cuti medis dan keluarga yang di bayar, waku bebas untuk acara pribadi/kluarga,dan batasan pada frekkuensi dan jarak perjalanan bisnis).
    Employee Assitance Program (EAP) juga merupakan respon organisasi yang sangat berharga untuk membantu keryawan mengatasi stres. EAP di plementasikan oleh lebih dari setengah organisasi AS dengan 50 karyawan atau lebih, dan ternyata secara konsisten mengurangi ketidak hadiran , biaya perawatan kesehatan , dan tindakan indispliner. Umumnya EAP meberikan layanan kepada karyawan seperti konselin rahasia dan atau menindak lanjuti persoalan pribadi atau pekerjaan.
    Mengingat bahwa belakangan ini stres berasal dari penyusutan karyawan, maka selain program kerja – keluarga dan EAP , ada juga perhatian kepada mereka [karyawan] yang di berhentikan dan yang di pertahankann sebagai contoh, diciptakan berbagai teoritis , dan dilakukan penelitian dasar untuk mengatasi masalah kehilngan pekerjaan. Salah satu penelitian menemukan bahwa peranan keadilan prosedur (persepsi keadilan ,yang di bahas pada bab 8) dipengaruhi oleh penyusutan karyawan. Dalam ketiga studi (terhadap orang yang diberhentikan , yang tetap bertahan ,dan yang akan di berhentikan) ditemukan bahwa keadilan prosedur mempunyai dampak positif.
    Organisasi yang mengalami penyusutan karyawan perlu memastikan bahwa orang yang diberhentikan bersikap positif sehingga tidak ada reaksi negatif (misalnya dalm masyarakat atau dengan pelanggan). Akan tetapi , yang paling perlu diperhatikan adalah orang yang menderita “ sindrom survivor” ( sindrom orang yang beratahan ). Orang yang bertahan dalam penyusutan karyawan sebagai penyakit modern, mendeskripsikan , “ pada saat kami barusaja berfikir bahwa pekerjaan kami aman, mereka mengubah aturan terhadap kami. Kami tidak tahu siapa yang berkuasa, siapa yang dapat kami percaya, atau siapa diri kami, persoalan pertamanya bukan hanya apakah orang yang bertahan mengalami stres atau tidak, tetapi juga apakah stres tersebut memengaruhi kinerja mereka.

Beberapa pedoman untuk perusahaan yang melakuka penyusutan karyawan dalam mengatasi msalah sindrom survivor adalah sebagai berikut :
  1. Menjadi proaktif. Sebelum Compacc computer di houstan memberhentikn dua ribu karyawan , departemen sumberdaya manusia perudahaan mengembangkan kampanye komunikasi yang kompreshensif dan melatih semua manajemen bukan hanya mengenai bagai mana memberhentika orang, tetapi juga bagaimana membantu orang yang bertahan .
  2. Mengetahui Emosi Orang Yang Bertahan. Negara bagian Oregon, yang memberhentikan seribu frustrasi dan mengembangkan keahlian yang akan memungkin kan mereka akan melihat perubahan sebagai kesempatan untuk berembang.
  3. Berkomunikasi etelah penyusutan karyawan. Setelah memberhentikan 20% karyawan , patagonis Inc. Produsen pakaian kasual di california, mengadakan forum terbuka selama satu bulan ( kemudian dua kali sebulan ) dimana karyawan dapat menemui CEO selama jam kerja untuk bertanya dan mendengar kemajuan perusahaan. Dalam para pimpinan pitney bownes Inc.Manajemen memberikan kepada karyawan $.50 untuk setiap pertanyaan yang paling bagus.
  4. Mengklarifikasi aturan baru. Komunikasi mengenai situasi umum sangatlah penting tetapi juga penting untuk menjelaskan bagai mana pekerjaan setiap karyawan berubah , dan menhubungkan nya dengan bagai mana setiap individu memberi kontribusi pada siuasi organisasi yang sedang mengalami penyusutan.
Keahlian Negosiasi: Lebih Dari Manajen Konflik
Belakangan ini, manajemen konflik telah berubah dari bidang relasi industri menjaadi keahlian manajerial yang penting. Seperti ditanyakan neale dan Bazarman: setiap orang bernegosiasidalam berbagai bentuk berbeda , negosiasi adalah mekanisme umum untuk memecahkan masalah perbedaan dan mengalokasikan sumberdaya “. Mereka mendefinisikan negosiasi sebagai” prosespengambilan keputusan di antara pihak interdependen yang tidak berbagi kesukaan yang sama.melalui negosiasi pihak tersebut membutuhkan apa yang akan diberi dan di terima dalam hubungan mereka.
    Meskipun beberapa sarjana prilaku organisasi menyatakan bahwa terdapat kesamaan antara strategi negosiasi dan manajemen konflik , negosiasi lebih dari sekedar pemecahan konflik negosiasi menjadi keahlian manajerial bagi keberhasilan indivudu dan organisasi. Missalnya, manajer dapat bernegosiasikan kenaikan gaji atau harga yang tetap untuk suplay. Setelah menbahas biasa atau eror yang di buat negosiator dan membahas tehnik negosiasi tradisional yang digunakan, selanjutnya akan dibahas keahlian baru yang di perlukan dalam negosiasi yang efektif untuk resolusi konflik dan karier yang sukses.
Pendekatan negosiasi tradisional
Saat bernegosiasi, orang pada umumnya dan manajer pada khususnya cendrung mempunyai bias dan melakukan kesalah yang membuat mereka tidak bernegosiasi secara rasional dan mencapai hasil yang maksimal. Penelitian mengenai kesalahan tersebut diringkas sebagai berikt:
  1. Negosiator cendrung dipengaruhi oleh kerangka atau bentuk presentasi dari informasi dalam negosiasi
  2. Ketika tidak ada alternatif lain , negosiasi secara tidak rasional cendrung mengekalasi komitmen dengan tindakan yang dilakukan sebelumnya.
  3. Negosiasi cendrung beramsumsi bahwa pendapatan mereka harus berasal dari pengeluaran pihak lain.
  4. Penilai negosiator cendrung diperkuat dengan informasi tidak relevan seperti penawaran awal.
  5. Negosiator cendrung mengandalkan informasi yang tersdia.
  6. Negosiator cendrung gagal mempertimbangkan informasi yang ada denga berfokus pada perspektif lawan.
  7. Negoiator cendrung terlalu percaya diri sehubungan dengan kemungkinan mencapai hasilyang diinginkan dari individu yang terlibat.
Selain masalah bias, negosiasi biasanya menggunakan pendekatan tawar- menawar distributif atau posisional. Tawar-menawar distributif mengasumsikan “bagian tetap” dan berfokus pada bagaimana mendapatkan bagian terbesar, atau “bagian keuntungan”. Tim mengembangkan pertukaran yang saling menguntungkan dalam negosiasi da menemukan minat yang sesuai. Akan tetapi,keyakinan umumbahwa tim mempunyai keuntungan relatif dibandingkan lawan perseseorangan dalam negosiasi, tidak didukung oleh hasil akhir aktual. Strategi manajemen konflik berupa kompromi, pemaksaan dan penghindaran, yang telah dijelaska sebelumnya, cendrung berhubungan dengan stretegi negosiasi distributif. Sperti dinyatakan oleh Whetten dan Cameron:
    Kompromi terjadi saat kedua pihak mau berkorban untuk mancapai pemikiran bersama . Orang yang berkompromi umumnya lebih tertarik menemukan solusi yang bijaksana ... memaksa dan mengakomodasikan menuntut satu pihak menyerah agar konflik terselesaikan . Saat ini pihak yang berkonflik menghindari resolusi, mereka melakukan karena mereka menganggap biaya pemecahan konflik begitu tinggi sehingga lebih baik tidak berusaha untuk mencapai resolusi.
Berhubungan ddengan tawarmenawar  distributif adalah pendekatan tawar-menawar posisional pendekatan negosiasi ini mencakup pengambilihan secara suksetif dan kemudian menyerah, sebuah rangkaian posisi. Dalam bentu paling sederhana , ini terjadi saat tawar menawar di pasar terbuka. Akan tetapi ,tawar-menawar posisional juga erjadi dalam diplomasi internasional. Fisher dan ury menyatakan bahwa tawar menawar  posisional dapat mempunyai tujuan yang berguna:” Hal ini memberitahukan apa yang  anda inginkan  pada pihak lain : memberikan kepastian dalam situasi tidak menentu dan tertekan : dan akhirnya menghasilkan kesepakatan yang dapat di terima.”
    Tawar-menawar distributif dan posisional menpuyai strategi sederhan seperti” orang yang tangguh , “ atau “keras”;mudah tersentuh”lembut,bahkan memisahkan perbedaaan”. Karakter ristik stretegi”  keras” mencakup berikut ini. Tujuan adalah sebuah kemenangan, tidakmempercayai orang lain, menyukai posisi anda, mengancam, mencoba memenangkan kontes keinginan, dan menerapkan tekanan. Sebaliknya, strategi”lembut, mencakup karakteristik sebagai berikut: tujuan adalah sebuah kesepakatan mempercayaai orang lain, mengubah posisi dengan mudah , memberi penawaran , mencoba menghindari kontes keinginan , dan menghilangkan tekanan.Penawara yang keras mendominasi dan mempunyai daya tarik intruksi. Akan tetapi, penelitian dan praktik sehari hari mulai menunjukan bahwa pendekatan negosiasi efektif lebih di mungkin kan dari pada strategi tradisional.
Khilanagan negosiasi kontenporer
Terdapat pendekatan anternatif samping tawar menwar distributif dan posisional yang dikenal sejak lama dan strategi keras dan lunak dalam negosiasi wetthen dan cameron mengusulkan pendekatan interratif yang menggunakan perspektif” meninggalkan keuntungan “ yang menggunakan tehnik pemecahan masalah untuk menemukan hasil menang-menang. Bedasarkan strategi kolaborasi( daripada kompromi, memaksa, mengakomodasi , atau menghindari ), pendekatan interatif mengharumkan negosiator yang efektif untuk menggunakan keahlian seperti (1) menepatkan tujuan superordinat: (2) misalkan orang dari masalah: (3) berfokus pada minat bukan pada posisi : (4) menemukan piihan untuk keuntungan bersama: dan (5) menggunakan kriteria objektif.
    Pedoman praktis untuk negosiasi yang efektif mengelompokkan berbagai tehnik negosiasi bedasarkan tingkat resiko bagi si pengguna.:
  1. Tehnik negosiasi resiko rendah
a.                   Bujukan – halus biasanya berhasil , tetapi standar nya mungkin berbeda antara usia jenis kelamin, dan faktor budaya.
b.                  Memberiikan point yang mudah duu – membantu membangun kepercayaan dan momentum persoalan yang lebih berat
c.                   Diam – efektif untuk konsensi, tetapi seseorang harus berhati hati agar tidak memancing kemarahan atau fustasi lawan .
d.                  Posisi menguntungkan – hal ini mungkin memperoleh penawaran balik yang rnunjukan posisi lawan atau mengubah point kompromi.
e.                   “O.malangnya aku- mungkin mnimbulkan simpati, tetapi juga dapat menyebab kan naluri membunuh dalam dri lawan
2.                  Tehnik negosiasi risiko tonggi
a.                   Hilangnya kesabaran yag tidak diharapkan – kemaraha dapat memecahkan kebutuhan dan memberi ide pada setiap orang, tetapi hal ini juga dapat di pandang sebagai sikap tidak dewasa atau menipulasi dan menyebabkan lawan memperkuat posisi mereka.
b.                  High-balling – digunaka untuk memperolehkepercsyssn deenganmenyerah kepada posisi lawan , tetapi saat kalah oleh kekuasaan yang lebih tinggi , konsesi di peroleh bedasarkan kepercayaan.
c.                   Bouharism (ambil atau lepaskan)dinamakan seperti nama wakil presiden GE yang hanya membuat satu penawaran dalam negosiasi, hal ini merupakan strategi yang sangat agresif yang mungkin juga menyebabkan kemarahn dan frustasi pada lawan.
d.                  Menunggu momen yang tepat – setelah menggunakan taktik yang butuh dan mengeetahui bahwa tanggal waktu sudah dekat, memberika tawaran yang masuk akal tetapi disukai meninggalkan lawan dengan sedikit pilihan atau menerimanya.
Selain strategi risiko rendah dan tinggi juga terdapat sejumlah tehnik negosiasi, sperti tim yang sendiri dari dua orang yang menggunakan “polisi baik – polisi jahat “( satunya keras, dan yang lain nya baikhati), dan berbagai kesenangan psikologis seperti memaksa pertemuan diselenggarakan di wilayah seseorang menjadwalkan pertemuan pada wakuyang tidak tepat, atau menginterupsi pertemuann dengan menelpon atau pertenuan lain. Juga ada pedoman jika maka, bagaimana menggunakan alkohol dalam negosiasi . Sperti dinyatakan presiden saber interprise ,saat orang jepang bernegosiasi ,sebaik nya anda membawa mereka pergi makan dan minum sake.
    Selain pedoman untuk keahlian negosiasi yang efektif , juga terdapat penawaran distributif dan strategi keras dan lembut yang dikembangkan oleh Harvard Negotiation Project. Alternatif pada negosiasi tradisional ni disebut pendekatan negosiasi berprinsip atau negosiasi menurut manfaat. Ada empat elemen dasar dalam pendekatan alternatif negosiasi tersebut. Secara singkat keempat elemen tersebut adalah :

1.      Orang. Memisahkan orang dari masalah
2.      Minat.berfokus pada minat , bukan posisi
3.      Pilihan . Mengahsilkan berbagai kemungkinan sebelum memutuskan apa yang dilakukan .
4.      Kriteria. Memaksa bahwa hasil didasarkan pada beberapa standar objektif

Keahlian dasar melebihi strategi keras dan lembut  dan mengubah permainan negosiasi berdasarkan manfaat. Misalnya, dalam tawar- menawarkan lembut anggota adalah teman: dalam tawar menawarkeras , anggotanya adalah musuh : tetapi dalam pendekatan perinsip, anggotanya adalah pemecahan masalah. Dalam tawar menawar dalam tawar menawar lembut , pendekatan adalah mempercayai orang lain dalam tawar menawar keras,anggotanya tidak saling mempercai;tetapi dalam pendekatan prinsip, negosiator mengekplorasi minat umum. Keahlian negosiasi prinsip ini dapat menghasilkan kesepakatan yang bijaksana sebagai dinyatakan fisher dan ury:
    Metode ini memungkinkan anda untuk mencapai konsesus secara bertahap menganai keputusan bersama secara sfisien tanpa mengeluarkan biaya untuk mempertahankan posisi. Anda hanya harus memuka diri. Dan memisahkan orang dari masalah memungkin anda berhubungan secara langsung dan secara empatis dengan negosiator lain sebagai manusia dan menghaasilkan penyesaian yang baik.
    Sejalan keahlian sosial, emosional , prilaku, kepemimpinan,tim,dan komukasi keahlian negosiasi menjadi semakin penting bukan hanya untuk manajemen konflik, tetapi juga untuk manajemen yang efektif secara umum.    



Komentar

Postingan populer dari blog ini

contoh makalah tentang dinamika konflik dalam organisasi lengkap

makalah tentang biaya relavan dalam pengambilan keputusan

pendahuluan tentang peran zakat dalam mengentaskan kemiskinan